Rupiah Melemah, Perusahaan Industri Kapal di Batam, Kena Dampak

Ketua Iperindo Pusat Eddy Kurniawan Logam mengatakan, kurs nilai dolar AS yang menguat terhadap rupiah berimbas pada usaha pembuatan kapal

Rupiah Melemah, Perusahaan Industri Kapal di Batam, Kena Dampak
TRIBUNBATAM.id/Ganjar Witriana
Kurs Rupiah melemah atas Dolar 

TRIBUNBATAM.id, BATAM - Melemahnya nilai tukar rupiah terhadap Dolar Amerika Serikat menjadi masalah bagi pengusaha yang tergabung dalam Ikatan Perusahaan Industri Kapal dan Lepas Pantai (Iperindo) Kepri.

Ketua Iperindo Pusat Eddy Kurniawan Logam mengatakan, kurs nilai dolar AS yang menguat terhadap rupiah berimbas pada usaha pembuatan kapal di Batam, karena bahan baku dari luar negeri.

"Tentunya sangat berpengaruh. Karena kita membeli peralatan untuk pembuatan kapal dari luar negri. Pastinya harganya sangat mahal jika harga dolar terus naik," sebut Eddy saat ditemui usai pelantikan Iperindo Kepri di Swiss Bell Hotel, Harburbay Batam, Rabu (5/9/2018).

Baca: Kebakaran Rumah Terjadi di Kelurahan Kamboja Tanjungpinang, Rabu Malam

Baca: Jadwal Lengkap MotoGP San Marino, Siaran Langsung di Trans7. Kandang Valentino Rossi atau Ducati?

Baca: Deretan Fakta 3 Pelajar SMP Tewas Tenggelam di Danau Toba Usai Tugas Kelompok. Sempat Minta Tolong!

Eddy mengatakan, salah satu contohnya pembelian plat. Biasanya per kilo seharga Rp 6000 dan sekarang dengan kondisi dolar menguat harga plat bisa mencapai Rp 13 ribu per kilo.

"Ongkos produksi jauh lebih mahal. Kami minta kepada pemerintah menekan kembali harga dolar AS terhadap rupiah," katanya.

Beberapa hari belakangan ini nilai rupiah terus melemah terhadap dolar AS. Kurs rupiah terhadap Dolar AS bahkan sudah mencapai Rp 15 ribu.

Eddy mengatakan, kondisi seperti ini bisa membuat pertumbuhan ekonomi semakin melemah.(koe)

Penulis: Eko Setiawan
Editor: nandrson
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved