Telkomsel dan Pemko Batam Mulai Rancang Digital Smart City, Seperti Apa?

Warga tinggal foto menggunakan smartphone dan memberi sedikit keterangan tentang masalah yang terjadi, kemudian mengirimnya ke pusat data pemerintah

Telkomsel dan Pemko Batam Mulai Rancang Digital Smart City, Seperti Apa?
Digital Smart City, salah satu aplikasi yang ditawarkan Telkomsel untuk pemerintah dalam memperbaiki pelayanan publik oleh pemerintah 

TRIBUNBATAM.id, BATAM - Jika selama ini ada keluhan warga, seperti banjir, sampah menumpuk atau masalah apa saja yang terjadi di kota, warga curhatnya lewat media sosial.

Tentu saja hal itu untuk mendapat perhatian pemerintah kota untuk ditangani segera, namun yang pasti, tidak mendapat jawaban, kapan ditindaklanjuti.

Di berbagai kota dunia --beberapa di Indonesia-- sudah menerapkan digital smart city, yakni pelayanan maksimal untuk warga dengan sistem digital.

Konsep smart city ini populer di saat Basuki Tjahaja Purnama memimpin DKI Jakarta, menggunakan aplikasi Qlue yang menjadi alat kerja bagi RT dan RW di seluruh kota.

Selain itu, smart city ini juga semakin meningkatkan partisipasi warga untuk melaporkan berbagai masalah yang ada di lingkungannya.

Warga tinggal foto menggunakan smartphone dan memberi sedikit keterangan tentang masalah yang terjadi, kemudian mengirimnya ke pusat data pemerintah.

Laporan itu langsung tersambung ke dinas terkait untuk ditindaklanjuti segera.

Misalnya, laporan sampah ke Dinas Kebersihan, masalah parkir dan macet ke Dinas Perhubungan atau laporan lainnya.

Setiap instansi terkait pasti akan langsung menindaklanjutinya karena ada target waktu yang harus ditepati dan kecepatan dan ketepatan akan menjadi rapor instansi tersebut.

Vice President Corporate Account Management Telkomsel Primadi K Putra menyebutkan, selain Jakarta, smart city ini baru diterapkan di Bandung, Surabaya serta Provinsi Gorontalo.

"Bahkan Pemprov Gorontalo langsung membuat Perda dan kini sudah mulai dikembangkan di Tomohon," katanya pada Telkomsel myBussiness Exibithion di Radisson Hotel, Batam, Kamis (6/9/2018).

Sebagai kota yang terus tumbuh dan diharapkan menjadi kota yang sekelas dengan kota-kota besar di dunia, Batam, tentunya sudah harus merancang smart city.

Diam-diam, ternyata sudah ada pembicaraan antara Telkomsel untuk mewujudkan Batam Smart City dalam waktu dekat.

General Manager Account Management Sumatera Telkomsel Roeswandi bahkan menyebutkan sudah ada beberapa layanan yang akan menggunakan aplikasi digital smart city ini.

"Sudah mulai jalan. Mungkin dalam waktu dekat masalah sampah dan perparkiran dan tahun depan tentu akan berkembang," kata Roeswandi.

Prima Putra, Account Manager Qlue Prima Putra yang merupakan mitra kerja Telkomsel untuk smart city ini mengatakan, untuk menerapkan hal ini tidaklah mahal, tetapi dampaknya sangat besar dalam tatakelola pemerintahan kota.

"Kepala daerah cukup melihat layar monitor saja, semuanya tersaji lengkap. Mulai dari foto, laporan yang masuk serta berapa menit instansi terkait menindaklanjutinya," kata Prima.

Lalu, seberapa besar biayanya?

Menurut Prima, semuanya tergantung pada luas cakupan kerja serta layanan apa saja yang akan digunakan.

"Biayanya relatif, tetapi yang pasti jauh lebih murah dibanding biaya operasional selama ini. Bahkan aplikasi yang Rp 17 jutaan juga ada," katanya kepada TRIBUNBATAM.id.

Prima mengatakan bahwa pihaknya sudah bertemu dengan Wali Kota Batam HM Rudi dan sudah menyatakan tertarik untuk menerapkan hal ini.

"Tahun ini Beliau minta ada soft launching dan baru tahun depan ditingkatkan," kata Prima.

Kepala Dinas Kominfo Kota Batam Salim juga terlihat berada di Telkomsel myBussiness Exhibition di Radisson.

Ketika ditanya, Salim menjawab singkat, "Kita di sini karena ingin tahu lebih banyak. Tunggu saja nanti ya," katanya.

Penulis: Alfian Zainal
Editor: Alfian Zainal
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved