Warga Tiga Perumahan di Tanjung Riau Terpaksa Mandi Air Galon, Ini Pemicunya

Selama tiga hari, warga tiga perumahan di kawasan Marina City, Kelurahan Tanjung Riau mengalami kekeringan air akibat suplai ATB tak ada

Warga Tiga Perumahan di Tanjung Riau Terpaksa Mandi Air Galon, Ini Pemicunya
tribunbatam/alfandi simamora
Air ATB tak mengalir tiga hari, warga di Marina terpaksa mengambil air di Sei Temiang, Kamis (6/9/2018) 

TRIBUNBATAM.id, BATAM-Selama tiga hari, warga tiga perumahan di kawasan Marina City, Kelurahan Tanjung Riau mengalami kekeringan air. Warga terpaksa membeli galon guna kebutuhan mandi dan memasak. Sebagian bahkan memanfaatkan sumber air di Sei Temiang, Sekupang.

Kondisi itu lantaran sejak 4 September hingga tadi siang, air ATB belum mengalir juga. Ketiga perumahan dimaksud yakni Perumahan Rabayu Regency, Laguna Regency dan Marina Raya. Selain mereka, kondisi serupa juga terpantau di Kampung Bintan, Tanjunguncang dekat Polsek Batuaji.

Baca: Proyek Gorong-gorong di Simpang Kabil Pengerjaan Mulai Hari Ini, Bakal Ada Pengalihan Lalulintas

Baca: Penyakit Asam Urat Dapat Disembuhkan Total? Begini Jawaban Ahlinya

Baca: Pencari Kerja Padati Aula Batamindo, Ini Harapan Listia Usai Serahkan Lamaran Pekerjaan

"Kita sudah hampir dua hari tidak ada air yang mengalir dari pihak ATB, tidak tahu karena apa," kata Somat di Kampung Bintan, Kamis (6/9/2018). Sedangkan Budi, warga Perumahan Rabayu mengaku mengambil air di Sei Temianh akibat belum mengalirnya air ATB. Dia mengaku juga masih beli air galonan buat keperluan sehari-hari.

"Soalnya kalau tidak membeli air galon itu, kami mau mandi pakai apa dan piring yang kotorpun pasti menumpuk," ujarnya. Sehari menurutnya, dia harus mengeluarkan uang Rp 15 ribu buat beli air galon tadi.

Air ATB tak mengalir tiga hari, warga di Marina terpaksa mengambil air di Sei Temiang, Kamis (6/9/2018)
Air ATB tak mengalir tiga hari, warga di Marina terpaksa mengambil air di Sei Temiang, Kamis (6/9/2018) (tribunbatam/alfandi simamora)

"Karena satu galon Rp 5 sampai 6 ribu kalau isi ulang. Dan kami butuh tiga galon selama satu hari. Padahal kami bayar air ke ATB," sebutnya. Dia dan warga lainnya mengaku terpaksa mengambil air dan mandi di sumber air di Sei Temiang.

"Tak mungkin kan kami beli galon terus untuk mandi sama cuci piring, sebab kalau dipergunakan uang untuk membeli galon untuk belanja sudah lumayan menutupi kebutuhan dapur," keluh Budi.

Dikonfirmasi keluhan ini, Adi Staf Humas ATB mengatakan, ada gangguan suplai air ke kawasan Marina dan Tanjunguncang akibat ada perbaikan kerusakan pipa induk di Simpang Basecamp.

"Iya benar sudah dua hari ini ada pengerjaan pipa di Simpang Basecamp. Tapi sudah selesai dan sekarang dalam tahapan pemulihan. Nanti sore atau malam sudah bisa mengalir seperti semula," jelasnya lewat sambungan telepon. (*)

Penulis: Alfandi Simamora
Editor: Agoes Sumarwah
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help