Warga Tinggal di TPA Punggur

Warga TPA Punggur Ramai-ramai Datangi DPRD Batam Minta Kavling

Sejumlah warga yang tinggal di dekat kawasan TPA Punggur mendatangi Komisi I DPRD Kota Batam.

Warga TPA Punggur Ramai-ramai Datangi DPRD Batam Minta Kavling
Yudi Kurnain anggota DPRD Batam 

TRIBUNBATAM.id, BATAM - Sejumlah warga yang tinggal di dekat kawasan TPA Punggur mendatangi Komisi I DPRD Kota Batam yang membidangi hukum dan pemerintahan.

 Perwakilan warga yang tinggal di dekat TPA Punggur, meminta ganti rugi berupa kaveling kalau nantinya tempat tinggal mereka direlokasi.

Kedatangan sejumlah warga Punggur yang diwakili kuasa hukumnya dari LBH Mandiri, Saidi Amin, diterima oleh dua Komisi I DPRD Kota Batam, yaitu Ruslan Ali Wasyim dan Yudi Kurnain.

Setelah kedatangan mereka langsung diadakan rapat dengar pendapat (RDP) bersama puluhan warga, Kamis (06/09/2018). RDP ini berlangsung di ruang rapat komisi I DPRD Kota Batam.

Sembari menunggu perwakilan warga mengikuti RDP, warga yang membawa anak menunggu sambil ngeleseh di depan kantor DPRD kota Batam. Terlihat anak-anak mereka berlarian kesana kemari.

Baca: Hujan di Batuaji-Sagulung, Jalan Kavling Bukit Seroja Tergenang. Ini Pemicunya

Baca: Longsor di TPA Punggur Makan Korban, Meski Kurang Fit, Amsakar Achmad Langsung ke Lokasi

Baca: Di Tengah Tajamnya Bau Busuk, Warga TPA Punggur Tetap Semangat 17-an

Kuasa hukum dari LBH Mandiri, Saidi Amin mengatakan yang tinggal di permukiman tersebut sebanyak 55 Kepala Keluarga (KK). Sebagai perwakilan warga, ia menyampaikan bahwa warga berkeinginan agar pemerintah memberikan kaveling yang legal.

"Agar mereka bisa hidup dan tinggal di Batam," ujarnya.

Sebelumnya , kata dia, 55 KK yang tersisa ini, ada sebanyak 500 KK warga yang tinggal di atas TPA Punggur. Namun sudah terlebih dahulu direlokasi ke berbagai tempat di Batam.

"Sebenarnya seluruh warga bersedia untuk direlokasi, asalkan diberikan ganti rugi berupa kavling untuk mereka bisa mendirikan tempat tinggal lagi yang tak jauh dari lokasi TPA Punggur tempat mereka mencari nafah sehari-harinya," paparnya.

Sementara itu dalam menanggapi permintaan puluhan warga Punggur, anggota DPRD Batam, Ruslan menegaskan akan membicarakan dan berkoordinasi dengan Pemko dan BP Batam untuk mencarikan solusi terbaiknya. Dirinya sekaligus yang juga memimpin rapat.

"Ini terkait dengan rencana pengembangan shelter TPA Punggur. Di lokasi yang dikembangkan itu ada tempat tinggal warga yang pada dasarnya TPA itu bukan tempat yang boleh dihuni atau sebagai tempat tinggal warga. Kenyataannya ratusan warga ternyata sudah belasan tahun tinggal dan hidup di sana," ujar politisi dari Partai Golkar ini.

Tak hanya itu Ruslan juga akan meminta kepada pemerintah, kalau mensterilkan lokasi atau melakukan penertiban.

Ia mengingatkan agar tim terpadu kalau akan melakukan penertiban atau penggusuran, agar sosialisasi terlebih dahulu dijalankan dan tahapannya juga harus dijalankan terlebih dahulu.

"Pemerintah harus tegas dalam hal ini," katanya. (*)

Penulis: Roma Uly Sianturi
Editor: Sihat Manalu
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved