AkhirnyaTerkuak, Foto Massa Berjubel saat Pelantikan Presiden Trump Ternyata Hasil Editan

Seorang fotografer Pemerintah AS mengaku telah mengedit foto upacara pelantikan Presiden Donald Trump agar terlihat lebih banyak

AkhirnyaTerkuak, Foto Massa Berjubel saat Pelantikan Presiden Trump Ternyata Hasil Editan
via kompas.com/AFP
Foto sebelah kiri adalah kondisi sesungguhnya pelantikan Donald Trump sebagai presiden AS pada 21 Januari 2017. Kemudian terungkap adaya rekayasa yang membuat foto pelantikan Trump terlihat lebih ramai didatangi warga AS 

Staf komunikasiini mengatakan, dia berasumsi foto-foto yang diinginkan Trump harus melalui proses cropping, tetapi dia mengaku Reynolds memang tidak memintanya secara spesifik. Staf ini kemudian menghubungi fotografer NPS yang meliput acara tersebut sehari sebelumnya.

Staf kedua, dari departemen hubungan masyarkat NPS, kepada penyidik mengatakan, Spicer menelepon kantornya pada 21 Januari pagi dan meminta foto-foto yang "secara akurat memperlihatkan jumlah warga yang menghadiri pelantikan".

Foto sebelah kiri adalah kondisi sesungguhnya pelantikan Donald Trump sebagai presiden AS pada 21 Januari 2017. Kemudian terungkap adaya rekayasa yang membuat foto pelantikan Trump terlihat lebih ramai didatangi warga AS
Foto sebelah kiri adalah kondisi sesungguhnya pelantikan Donald Trump sebagai presiden AS pada 21 Januari 2017. Kemudian terungkap adaya rekayasa yang membuat foto pelantikan Trump terlihat lebih ramai didatangi warga AS (via kompas.com/AFP)

Spicer meminta NPS menyediakan sejumlah foto dengan warga memenuhi semua ruangan kosong yag ada. Staf humas ini kemudian menghubungi fotografer NPS untuk memberikan foto-foto tambahan.

Sementara fotografer NPS, yang namanya juga dirahasiakan, mengatakan, dia dihubungi seorang pejabat yang tak dikenalnya. Pejabat itu meminta agar dia menyediakan sejumlah foto yang memperlihatkan kerumunan massa di upacara pelantikan presiden. 

Setelah mengirimkan 25 foto hari pelantikan, fotografer itu diminta kembali ke kantor dan mengedit beberapa foto lagi untuk dikirimkan.

Para penyidik mengatakan, sang fotografer yakin proses "cropping" itu adalah yang diinginkan sang pejabat. Namun, dia mengakui memang tidak secara spesifik diminta untuk memotong foto itu agar jumlah massa yang hadir terlihat lebih bayak.

Sebagai kesimpulan laporan itu menyebut sang fotografer mengatakan, dia sudah memilih sejumlah foto, berdasarkan penilaian profesional, yang fokus pada area national mall di mana sebagian besar warga berkumpul.

Saat dimintai pendapat soal perbedaan pengakuan ini, juru bicara inspektur jenderal Kemendagri AS Nanci DiPaolo mengatakan, kata-kata "cropping" tidak dimasukkan ke dalam laporan akhir karena sebuah alasan.

Alasannya, lanjut Nancy, fotografer menilai langkah itu merupakan prosedur standar sisi artistik fotografi.

Namun, penyidik tidak mencantumkan hal tersebut dalam laporan mereka. Sedangkan dalam dokumen terbaru ini disebut Sean Spicer amat terlibat dalam upaya mendapatkan foto-foto yang diinginkan Trump.

Halaman
123
Editor: Agoes Sumarwah
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved