Ini Pandangan Prabowo-Sandiaga Uno Soal Kondisi Ekonomi

Kubu pemerintah dan Oposisi masing-masing menggelar pertemuan pada Jumat petang, (7/9/2018).

Ini Pandangan Prabowo-Sandiaga Uno Soal Kondisi Ekonomi
ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan/pras/18.
Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto (kiri) didampingi Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno ( kanan) memberikan keterangan pers di kediaman Prabowo, Jalan Kertanegara, Jakarta, Kamis (9/8) malam. Prabowo dan Sandiaga Uno resmi maju mencalonkan diri sebagai pasangan cappers dan cawapres pada Pilpres 2019. 

Partai koalisi menilai bahwa melemahnya nilai tukar rupiah disebabkan oleh sejumlah faktor. Diantaranya yakni karena defisit neraca perdagangan dan defisit transaksi berjalan.

Baca: Rupiah Melemah. Kondisi Ekonomi Saat Ini Disebut Lebih Buruk Dibanding 1998? Ini Faktanya

"Serta sektor manufakturing yang menurun dan pertumbuhan sektor manufakturing yang di bawah pertumbuhan ekonomi. Sektor manufakturing yang pernah mencapai hampir 30% PDB pada tahun 1997, sekarang tinggal 19% PDB. Hal ini tentu mengganggu ketersediaan lapangan kerja dan ekspor kita," katanya.

Partai oposisi menilai Fundamental ekonomi sekarang ini sangat lemah. Lemahnya Fundamental ekonomi dikarenakan adanya kesalahan dalam menentukan orientasi pembangunan.

"Antara lain tidak berhasilnya pemerintah dalam mendayagunakan kekuatan ekonomi rakyat sehingga kebutuhan pangan semakin tergantung pada impor seperti Beras, Gula, Garam, Bawang Putih, dll," katanya.

Partai oposisi juga mengingatkan pemerintah agar waspada dalam mengambil langkah untuk mengatasi permasalahn ekonomi.

Baca: Selamatkan Kurs Rupiah, Pajak Mobil Impor Naik Jadi 10 Persen

Pemerintah disarankan untuk Mendayagunakan ekonomi nasional untuk mengurangi impor pangan dan impor barang konsumsi yang tidak urgent, bersifat pemborosan, dan barang mewah yang ikut mendorong kenaikan harga harga bahan pokok.

"Mengurangi secara signifikan pengeluaran pengeluaran APBN & APBD yang bersifat konsumtif, seremonial, dan yang tidak mendorong penciptaan lapangan kerja," pungkas Sandiaga.(*)

Editor: Agus Tri Harsanto
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved