PILPRES 2019

Jelang Pilpres, Gerindra Bantah Penculikan Aktivis 98 Perintah Prabowo: Sebagian Jadi Kader Gerindra

Partai Gerindra membantah isu bahwa penculikan aktivis tahun 1998 diperintahkan oleh Ketum mereka, Prabowo Subianto

Jelang Pilpres, Gerindra Bantah Penculikan Aktivis 98 Perintah Prabowo: Sebagian Jadi Kader Gerindra
ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan/pras/18.
Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto (kiri) didampingi Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno ( kanan) memberikan keterangan pers di kediaman Prabowo, Jalan Kertanegara, Jakarta, Kamis (9/8) malam. Prabowo dan Sandiaga Uno resmi maju mencalonkan diri sebagai pasangan cappers dan cawapres pada Pilpres 2019. 

TRIBUNBATAM.id - Jelang Pilpres 2019, peristiwa berdarah penculikan aktivis ketika pecah demo tuntutan reformasi tahun 1997 - 1998 masih jadi sorotan.

Hal itu dikarenakan adanya nama Prabowo Subianto, Bakal Calon Presiden (Bacapres) 2019 bersinggungan dengan peristiwa itu.

Sejarah mengungkap bahwa, Presiden Bacharuddin Jusuf (BJ) Habibie membuat keputusan besar dengan mencopot Letjen Prabowo Subianto dari jabatan Panglima Kostrad pada 23 Mei 1998, sehari setelah dilantik menjadi presiden.

Baca: Reaksi Sandiaga Uno Saat Erick Thohir Disebut Ketua Tim Kampanye Jokowi: Saya Yakin Dia Bijaksana

Baca: Erick Thohir Ketua Timses Jokowi-Maaruf, Sandiaga Uno Khawatir. Mengapa?

Baca: Usai Jokowi-Prabowo Berpelukan, Tagar #wowosayangwiwi Jadi Trending, Bocah Palestina Reka Ulang

Partai Gerindra langsung membantah isu bahwa penculikan aktivis tahun 1998 diperintahkan oleh Ketua Umum mereka, Prabowo Subianto saat dirinya menjabat Panglima Kostrad.

Bantahan itu disampaikan Partai Gerindra melalui akun Twitter resminya.

Tidak diketahui siapa yang memulai pembahasan perihal peristiwa kelam Indonesia itu.

Awalnya, seorang netizen dengan akun @LaskarCikeas,menuliskan tentang pernyataan Prabowo yang berbeda dengan kenyataan yang sebenarnya.

Cuitan itu disertai sebuah gambar yang berisi sindiran mengenai tudingan kejahatan Hak Asasi Manusia (HAM) yang dilakukan bakal capres dari Partai Gerindra ini.

Kalau yang di Surabaya kan karena yang datang bukan orang Surabaya,"  bunyi tulisan dalam gambar tersebut.

Rupanya cuitan tersebut langsung ditanggapi akun resmi Gerindra.

Halaman
12
Editor: Rachta Yahya
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved