KARIMUN TERKINI

Pejabat Imigrasi Karimun Buka Kartu, Inilah Dua Lokasi Rawan Pelanggaran Keimigrasian

Kawasan yang kerap dijadikan lokasi masuk ataupun keluar para pelanggar aturan keimigrasian di Karimun adalah Pongkar dan Leho di Kecamatan Tebing

Pejabat Imigrasi Karimun Buka Kartu, Inilah Dua Lokasi Rawan Pelanggaran Keimigrasian
tribunbatam/elhadif
Ilustrasi Imigrasi Karimun ekspos WN Myanmar selama 23 tahun tinggal di Karimun tanpa dokumen, Rabu (25/7/2018) 

TRIBUNBATAM.ID, KARIMUN-Luasnya wilayah Karimun dengan ratusan pulau membuat rawan terjadinya pelanggaran keimigrasian.

Baik itu pelanggaran oleh Warga Negara Asing (WNA) maupun WNI yang mengirimkan TKI ilegal.

Kasubsi Pengawasan Kantor Imigrasi Kelas II Tanjungbalai Karimun, Irvin yang diwawancarai mengatakan pihaknya terus melakukan partroli rutin.

Baca: Begini Aturan Dandan Para Polwan, Make Up Sembarangan Kena Hukuman. Ini Alasannya

Baca: Penyakit Asam Urat Dapat Disembuhkan Total? Begini Jawaban Ahlinya

Baca: Orang Dalam Gedung Putih Ungkap Rencana Singkirkan Presiden Trump, Begini Bocorannya

Baca: Seperti Nyamuk, Pesawat Ternyata Bisa Tularkan Wabah Penyakit. Begini Penjelasannya Ahlinya

"Kita rutin melakuka pengawasan secara intensif karena Karimun derah perbatasan yang rawan terjadi pelanggaran. Tiap hari kita tetap jalan keluar," katanya, Jumat (7/9/2018).

Kendala lain yang dihadapi Kantor Imigrasi Kelas II Tanjungbalai Karimun adalah keterbatasan Sumber Daya Manusia (SDM) dan sarana prasarana.

"Di Seksi Pengawasan dan Penindakan hanya staf dua orang, kasubsi dua orang untuk mengawasi karimun yang terdiri dari 249 pulau ini," papar Irvin.

Irvin menyebutkan, selain pengawasan rutin, pihaknya juga gencar melakukan sosialisasi kepada masyarakat untuk mencegah pelanggaran keimigrasian.

Beberapa kawasan yang kerap dijadikan lokasi masuk ataupun keluar para pelanggar aturan keimigrasian di Karimun adalah Pongkar dan Leho di Kecamatan Tebing.

"Seperti jalur di Leho dan Pongkar tempat masuk keluar TKI atau WNA secara ilegal. Kita terus melakukan sosialisasi,"

Namun untuk saat ini, melalui upaya-upaya tersebut, pelanggaran sudah sangat berkurang, terutama TKI ilegal yang sangat marak di tahun-tahun sebelumnya.

Berkurangnya pelanggaran juga dikarenakan rutinnya TNI AL dan Pol Air melakukan patroli.

"Yang gelap sudah susah masuk. Dibandingkan tahun kemarin banyak pengurangan. Paling yang lepas satu-satu," ujar Irvin. (*)

Penulis: Elhadif Putra
Editor: Agoes Sumarwah
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help