Sebaiknya Anda Tahu

Seperti Nyamuk, Pesawat Ternyata Bisa Tularkan Wabah Penyakit. Begini Penjelasannya Ahlinya

Sebuah pesawat dari Dubai dikarantina selama beberapa jam di New York karena sekitar 100 penumpang termasuk awak pesawat mengeluh sakit

Seperti Nyamuk, Pesawat Ternyata Bisa Tularkan Wabah Penyakit. Begini Penjelasannya Ahlinya
via kompas.com/SKY NEWS
Pesawat Airbus A380 milik maskapai Emirates yang mendarat di Bandara JFK, New York 

Semua pramugari mendapat pelatihan CPR dan pertolongan pertama. Secara umum, pesawat memiliki dua peralatan medis.

Peralatan medis pertama adalah yang digunakan untuk pertolongan pertama, seperti kotak P3K, perban, dan alat tensi tekanan darah.

Peralatan kedua untuk petugas medis berlisensi, yang di dalamnya ada obat-obatan tertentu dan AED (Automated External Defibrillator). Para pramugari juga dilatih menggunakan AED.

Pesawat Airbus A380 milik maskapai Emirates yang mendarat di Bandara JFK, New York
Pesawat Airbus A380 milik maskapai Emirates yang mendarat di Bandara JFK, New York (via kompas.com/SKY NEWS)

Jika hal ini tidak dapat ditangani, mereka akan meminta bantuan konsultan penerbangan atau bertanya apakah di antara penumpang ada yang bekerja sebagai dokter.

Jika ada dokter memenuhi syarat dan menemukan bahwa penumpang memiliki semacam penyakit menular, mereka (dokter) akan memberitahukan kapten dan memberi saran apa yang sebaiknya dilakukan, entah mendarat di bandara terdekat atau lainnya.

Rekomendasi yang diberikan dokter hampir selalu dipenuhi dan diterima oleh kapten, demi keselamatan bersama. Kemudian kapten akan memberi tahu kontrol lalu lintas udara bahwa ada keadaan darurat medis.

Kontrol lalu lintas udara akan mengarahkan ke bandara terdekat yang sesuai, bandara kemudian memberi tahu layanan darurat. Jika yang terjadi adalah kondisi infeksi,

mereka mungkin akan segera memberi tahu otoritas kesehatan masyarakat dan rumah sakit untuk membuat keputusan tentang apakah pasien berbahaya bagi diri sendiri dan apakah mereka berpotensi menginfeksi orang lain.

Sebab, saat pesawat mendarat dan sistem aliran udara dimatikan, ada potensi orang lain ikut terinfeksi. Tindakan selanjutnya, dikarantina atau tidak tergantung pada seberapa parah ancaman penyakit.

Bila penyakit itu adalah Ebola, maka semua orang harus dikaratina dan menjalani pemeriksaan medis.

Halaman
1234
Editor: Agoes Sumarwah
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help