Sindikat Narkoba Malaysia - Batam - Makassar Pakai Modus Lepas Peluru

Mabes Polri berhasil mengungkap modus baru bandar narkotika saat menyelundupkan narkoba yang disebut modus melepas peluru

Sindikat Narkoba Malaysia - Batam - Makassar Pakai Modus Lepas Peluru
ist

TRIBUNBATAM.id - Mabes Polri berhasil mengungkap modus baru bandar narkotika saat menyelundupkan narkoba yang disebut modus melepas peluru, ini terungkap dalam kasus penyelundupan yang dilakukan sindikat narkoba Malaysia - Batam - Makassar - Kendari,

"Menembakkan pistol dan melepas peluru artinya bandar menggunakan pengedar untuk mendistribusikan barangnya menurut cara masing-masing. Misalnya, dari enam peluru yang ditembakkan, kalau bisa tepat sesuai sasaran. Kalau pun satu tertangkap, lima pengedar sesuai yang diharapkan. Alhamdulilah, dalam pengungkapan ini 6 peluru tertangkap semua," kata Kepala Satgas Dit IV Bareskrim Polri AKBP Gembong Yudha. Polri, di sela-sela analisa dan evaluasi pengungkapan narkoba di Kantor Dit IV Bareskrim Cawang, Jakarta Timur, Jumat (7/9/2018).

Selama sepekan, kata Gembong, pihaknya menyita 75 kilogram ganja, 53 kilogram sabu dan 12.000 pil psikotropika. Jumlah tersebut didapat dari pengungkapan 595 kasus narkoba yang ditangani Direktorat IV Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri dan jajaran polda di seluruh Indonesia.

Dari jumlah 53 kilogram sabu yang disita, seberat 19 kilogram disumbang oleh Tim Narcotics Investigation Center (NIC) Direktorat Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri.

"19 kilogram itu dari tiga kasus. Pertama kami ungkap 28 Agustus 2018, kami menangkap dua tersangka warga Malaysia bernama WC Hong dan WNI berinisial MR," kata Gembong Yudha yang juga Kepala Tim Narcotics Investigation Center (NIC) Bareskrim Polri.

Lebih lanjut Gembong menjelaskan, timnya mengungkap paket sabu dengan total berat tiga kilogram diselundupkan dari Malaysia ke Indonesia dengan kemasan bungkus teh. Paket sabu kemudian disimpan di sebuah kamar hotel di kawasan Gunung Sahari.

"Paket sabu kemudian disimpan di safety box di kamar hotel. Kamar hotel tersebut dipesan secara online. Kamar dipesan tapi tidak ditempati, hanya sebagai tempat drop barang," jelas Gembong.

Kasus kedua adalah penangkapan seorang pengedar sabu berinisial I di rumahnya, Cluster Faraday, Serpong, Tangerang, Banten pada Sabtu, 1 September 2018. Dari tangan I, polisi menyita 4,6 kilogram sabu.

"Kasus ketiga, penyidik menyita 11,4 kilo sabu dari tiga lokasi berbeda, Kendari (Sulawesi Tenggara), Makassar (Sulawesi Selatan) dan Batam (Kepulauan Riau) pada 28 sampai 30 Agustus," tutur Gembong.

"Paket sabu dari Malaysia dibawa ke Batam, terus dipecah-pecah untuk dibawa ke Jakarta, Kendari dan Makassar," kata dia.

Pelaku yang berjumlah 5 orang yakni Hendri alias Apen, Cai Hok alias Ahong, Budhi Hariawan dan dua perempuan yakni Enda dan Yessy Intan. Cai Hom tewas ditembak aparat.

"Cai Hok itu sebagai pengendali, mantan napi Lapas Kelas II Tanjung Pinang. Yang bersangkutan diberi tembakan terukur karena melawan saat kami mau tangkap," tegas Gembong.(*)

Editor: Agus Tri Harsanto
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved