Cerita Saksi Mata Lihat Bus Terjun ke Jurang di Sukabumi, Sempat Ingatkan Sopir Jangan Ngebut

Kecelakaan maut terjadi di belokan 'letter S' tepatnya di Kampung Ciareuy, Desa Cikidang, Kecamatan Cikidang pada Sabtu (8/9/2018)

Cerita Saksi Mata Lihat Bus Terjun ke Jurang di Sukabumi, Sempat Ingatkan Sopir Jangan Ngebut
Tribun Jabar/Ferri Amiril Mukminin
Proses Evakuasi Bus Maut di Kecamatan Cikidang, Kabupaten Sukabumi, Minggu (9/9/2018) 

TRIBUNBATAM.ID, SUKABUMI-Kecelakaan maut terjadi di belokan 'letter S' tepatnya di Kampung Ciareuy, Desa Cikidang, Kecamatan Cikidang pada Sabtu (8/9/2018).

21 orang dikabarkan tewas dalam insiden tersebut.

Bus tersebut mengangkut puluhan karyawan PT Catur Putra Group ke lokasi wisata arung jeram di wilayah Cikidang.

Namun, nahas keriangan berubah menjadi petaka.

Bus oleng di tikungan letter S kemudian jatuh terguling ke dalam jurang sedalam 15 meter.

Baca: Jack Ma Pensiun Bergelimang Harta, Inilah Kisah Pahit di Balik Kesuksesannya

Baca: Inilah Dua Khasiat Unik Madu, Obati Luka Tubuh dan Usir Bau Mulut. Begini Caranya!

Baca: Rumah Jack Ma Harganya Rp 2,8 Triliun, Hanya Kalah dari Rumah Pangeran Arab. Begini Penampakannya

Baca: Penulis Misterius Bikin Geram Trump, Wapres Amerika Diduga Penulis Artikel Kontroversialnya

"Korban meninggal dunia sebanyak 21 orang, luka berat sebanyak 14 orang, dan luka ringan sebanyak 2 orang.," kata Kombes Pol Trunoyudo melalui keterangan tertulisnya, Sabtu (8/9/2018).

Pemandu wisata Dendi Kinong (45) warga Cikidang, Desa Cikidang, Kabupaten Sukabumi, sempat memperingatkan sang sopir bus maut agar berhati-hati dan tidak ngebut karena kondisi jalan berkelok tajam.

"Saya melakukan pengawalan dari kawasan Peuteuy, sempat bertemu dengan sang sopir dan memperingatkan sopir agar tak ngebut karena kondisi jalan yang berkelok dan curam," kata Dendi di RSUD Palabuanratu, Sabtu (8/9/2018).

Proses Evakuasi Bus Maut di Kecamatan Cikidang, Kabupaten Sukabumi, Minggu (9/9/2018)
Proses Evakuasi Bus Maut di Kecamatan Cikidang, Kabupaten Sukabumi, Minggu (9/9/2018) (Tribun Jabar/Ferri Amiril Mukminin)

Selepas bercakap-cakap Dendi pun memilih lebih awal memacu kendaraannya di depan bus untuk menuju lokasi.

Ia mengatakan setelah melaju sekitar 20 kilometer, ia melihat bus tiba-tiba melaju kencang di belakangnya.

Halaman
12
Editor: Agoes Sumarwah
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help