Penulis Misterius Bikin Geram Trump, Wapres Amerika Diduga Penulis Artikel Kontroversialnya

opini tersebut menyebut adanya rencana pejabat Gedung Putih untuk mendongkel Presiden Donald Trump dari jabatannya

Penulis Misterius Bikin Geram Trump, Wapres Amerika Diduga Penulis Artikel Kontroversialnya
kompas.com
Wakil Presiden AS Mike Pence 

TRIBUNBATAM.ID, WASHINGTON DC-Sebuah opini yang ditulis seorang staf Gedung Putih di New York Times Kamis (6/9/2018) menjadi polemik.

Sebabnya, opini tersebut menyebut adanya rencana pejabat Gedung Putih untuk mendongkel Presiden Donald Trump dari jabatannya.

Artikel itu membuat Gedung Putih melakukan pencarian, sementara Trump menuntut The Times membeberkan identitas si penulis dan menyerahkannya.

BBC melakukan sebuah tes menggunakan perangkat lunak untuk mencari tahu identitas sesungguhnya si staf tersebut. Perangkat lunak itu melakukan analisis berdasarkan gaya penulisan si staf.

Baca: Rumah Jack Ma Harganya Rp 2,8 Triliun, Hanya Kalah dari Rumah Pangeran Arab. Begini Penampakannya

Baca: Inilah Dua Khasiat Unik Madu, Obati Luka Tubuh dan Usir Bau Mulut. Begini Caranya!

Baca: Jefferson Edri, Sosok di Balik Logo dan Maskot Asian Games 2018, Terinspirasi Filosofi Bung Karno

Baca: Jack Ma Pensiun Bergelimang Harta, Inilah Kisah Pahit di Balik Kesuksesannya

BBC memulai pencarian dengan setiap pidato yang disampaikan tanpa persiapan. Petunjuk Pencarian kemudian dikhususkan pada beberapa faktor. Seperti pernyataan editor opini The Times, James Dao.

Dia berujar begitu terkesan dengan kejelasan penulisan serta emosi yang ditumpahkan oleh si staf dalam opininya.

Dao mengonfirmasi bahwa si editor yang menangani tulisan itu tidak menghapus karakteristik tulisan si staf yang bisa memberi petunjuk.

Kemudian dalam twit yang disampaikan The Times, si penulis dideskripsikan sebagai pria (he). The Times lalu memberi pernyataan lanjutan si pengunggah twit tak tahu identitas penulis.

Perangkat lunak menganalisis gaya tulisan termasuk pengulangan, kata aneh dan seberapa sering digunakan, tanda baca dan digunakan di mana.

Sebagai permulaan, rata-rata kalimat yang digunakan di opini itu tergolong rendah, yakni 19,3 kata per kalimat.

Halaman
123
Editor: Agoes Sumarwah
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help