Tak Pernah Menangkan Nobel, Astrofisikawan Ini Malah Menangkan Hadiah Rp 45 miliar

Jocelyn Bell Burnell terpilih untuk menerima Penghargaan Fisika Dasar senilai 3 juta dollar AS atau sekitar Rp 45 miliar

Tak Pernah Menangkan Nobel, Astrofisikawan Ini Malah Menangkan Hadiah Rp 45 miliar
GERAINT LEWIS, EYEVINE, REDUX via National Geographic
Dame Jocelyn Bell Burnell 

TRIBUNBATAM.ID-Dame Jocelyn Bell Burnell, seorang profesor tamu di Universitas Oxford, terpilih untuk menerima Penghargaan Fisika Dasar senilai 3 juta dollar AS atau sekitar Rp 45 miliar.

Penghargaan tersebut diberikan untuk hasil kerja keras Bell Burnell dalam mendeteksi pulsar untuk kali pertama dan menjadi pemimpin di komunitas ilmiah. Menariknya, Bell Burnell pernah dilewatkan oleh penghargaan Nobel untuk temuan yang sama.

Dituturkan dalam artikel The Guardian, Kamis (6/9/2018), Bell Burnell secara tidak sengaja menemukan pulsar ketika sedang menjalani program PhD di laboratorium Cavendish milik Cambridge University.

Baca: Usulkan 100 Ribu Guru Baru, Ini Syarat CPNS 2018 Formasi Tenaga Pendidik. Simak Baik-baik

Baca: Penyakit Asam Urat Dapat Disembuhkan Total? Begini Jawaban Ahlinya

Baca: Buat Kesehatan Ginjal, Inilah 5 Sayuran Wajib Konsumsi Rutin. Ada Bawang Putih dan Kubis

Baca: Inilah Dua Khasiat Unik Madu, Obati Luka Tubuh dan Usir Bau Mulut. Begini Caranya!

Ketika sedang mempelajari data dari teleskop radio baru yang dia bantu untuk bangun, Bell Burnell mendeteksi sinyal lemah yang tidak umum, berupa denyut gelombang radio yang berulang-ulang.

“Itu adalah sinyal yang sangat, sangat kecil. Ia mungkin hanya satu di antara 100.000 data yang saya punya. Saya menemukannya hanya karena saya sedang sangat berhati-hati, dan mendetail, karena sindrom penyemu,” ujarnya.

Perlu Anda ketahui, sindrom penyemu adalah ketika seseorang meragukan pencapaian mereka dan merasa ketakutan akan dituduh penipu. Dalam kasus Bell Burnell, dia takut dikeluarkan oleh Cambridge bila yang dia temukan ternyata bukan apa-apa.

Oleh karena itu, Bell Burnell pun kembali ke observatorium dan mengambil data dari area langit tempat gelombang radio berasal. Pada saat itu, ia tidak berhasil menemukannya. Baru ketika sebulan berlalu, Bell Burnell berhasil menemukan sinyal itu kembali.

Dame Jocelyn Bell Burnell
Dame Jocelyn Bell Burnell (GERAINT LEWIS, EYEVINE, REDUX via National Geographic)

Namun ketika dia memberi tahu Antony Hewish, pengawas program PhD-nya, temuan Bell Burnell malah dianggap sekadar gangguan radio.

Untungnya, Bell Burnell tidak pernah menyerah. Setelah diselidiki lebih lanjut, ditemukan bahwa gelombang radio tersebut berasal dari sumber yang bergerak di angkasa dengan kecepatan bintang.

Artinya, gelombang akan selalu muncul di posisi yang sama pada waktu yang maju empat menit setiap hari. Hasil observasi Bell Burnell juga memunculkan tiga denyut gelombang radio baru dari titik-titik lain di galaksi.

Halaman
12
Editor: Agoes Sumarwah
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help