CPNS 2018

CPNS 2018 - Lulusan Perguruan Tinggi Akreditasi C Tak Bisa Daftar CPNS di sscn.bkn.go.id?

Syarat penerimaan CPNS adalah memasukkan syarat akreditasi perguruan tinggi asal pelamar

CPNS 2018 - Lulusan Perguruan Tinggi Akreditasi C Tak Bisa Daftar CPNS di sscn.bkn.go.id?
TRIBUNBATAM/SON
Ilustrasi INFO CPNS 2018 

TRIBUNBATAM.id - Penerimaan seleksi CPNS 201

Baca: CPNS 2018 - Agar Lolos Tes Seleksi CPNS 2018, Ini Standar Nilai Minimal yang Harus Dipenuhi

Baca: CPNS 2018, Hati-hati Calo CPNS Mulai Gentayangan. Itu Penipuan !

Baca: CPNS 2018 - Pendaftaran Dibuka 9 Hari Lagi, Ini 4 Persyaratan yang Wajib Disiapkan dari Sekarang

8 akan segera dibuka mulai 19 September 2018. Dan seperti tahun-tahun sebelumnya, calon pendaftar lulusan Perguruan Tinggi dengan akreditasi C harus mengubur dalam-dalam impiannya menjadi pegawai negeri sipil.

Sebab, syarat penerimaan CPNS satu di antaranya adalah memasukkan syarat akreditasi perguruan tinggi asal pelamar yakni harus terakreditas A dan B saja.

Hanya sedikit instansi yang masih menerima pelamar dari perguruan tinggi akreditasi C. 

Seperti tahun 2017 lalu tercatat hanya Kementerian Pendidikan saja yang masih menerima pelamar dari perguruan tinggi dengan akreditas C.

Instansi lainnya cenderung hanya menerima pelamar dari perguruan tinggi dengan akreditasi A dan B. 

Akhirnya pelamar dari perguruan tinggi dengan akreditasi C yang nekad melamar dipastikan langsung gugur di seleksi administrasi.

Kondisi tersebut menjadi perbincangan hangat di media sosial.

Di liminasa twitter, pertanyaan tentang di mana, perlukah atau bagaimana nasib lulusan kampus yang memiliki akreditasi C berseliweran.

Warganet mempertanyakan apakah akreditasi menjadi syarat mutlak untuk mendaftar CPNS 2018.

Persoalan kategori akreditasi ini menjadi pertanyaan para pelamar.

Sebetulnya pada tahun 2017 lalu persoalan akreditasi ini sempat dikomplain oleh para pelamar.

Salah satu komplain yang cukup menonjol adalah pertanyaan soal syarat akreditasi jurusan dan fakultas di perguruan tinggi yang harus minimal B.

Salah satu dari komplain itu mengungkapkan:

"CPNS periode dua kok rata-rata minimal akreditasi B, kami yang akreditasi C kan ingin ikut CPNS, biar fair, biar adil. Kami rata-rata yang kuliah yang bukan akreditasi A dan B, rata-rata orangtua kami enggak mampu, setidaknya kami lulus ada kesempatan juga yang sama dengan yang lain.

Masa CPNS jalur umum juga dibatasi akreditasi juga? Tolong dijawab dong min! Pertanyaan saya lewat inbox Facebook juga enggak di jawab-jawab," tulis Rezi Reza dalam laman akun Facebook BKN pada artikel yang diterbitkan CNN Indonesia pada 2017 lalu.

Bahkan akun rasyid322 sempat mencurahkan nasibnya sebagai lulusan perguruan tinggi akreditas C di forum kaskus.co.id.

Akun rasyid 322 menulis demikian : 

Saya adalah lulusan dari perguruan tinggi swasta dengan akreditasi saat saya lulus C, kemarin mau daftar CPNS periode 2 setelah mengecek seluruh 61 lembaga yang membuka CPNS ternyata hampir 100% mengharuskan pelamar umum harus dari kampus akreditasi minimal B. Hal ini cukup menjadi tamparan bagi saya karena karena hal itu saya tidak dapat daftar CPNS periode 2 2017. Padahal saya merasa mampu bersaing dan mempunyai keahlian yang diperlukan termasuk ketika test CPNS periode 1 kemarin saya pun juga memenuhi ambang batas nilai minimal untuk ke tahap berikutnya.
Menurut saya pembatasan ini merupakan diskriminasi, toh jika memang lulusan kampus akreditasi C tidak kompeten maka akan gugur dengan sendirinya ketika proses test seleksi, lulusan akreditasi C bisa jadi mempunyai kemampuan lebih dibanding lulusan akreditasi A/B. Jika Bu SUSI saja bisa menjadi mentri yang notabene tidak lulus SMA mengapa kami tidak dapat mendaftar CPNS hanya karena dari akreditasi C ? Persyaratan ini juga ada di CPNS 2014 namun kemudian syarat tsb dihapus oleh mentri pada waktu itu, mengapa mentri yang sekarang dimunculkan kembali?

Mohon Pak Jokowi. kemenpanRB dan BKN mau menghapus persyaratan yang mengharuskan minimal akreditasi B bagi pelamar umum CPNS

Para Kaskuser lainnya pun kemudian menimpali postingan itu dengan menyebut pemerintahan era Presiden Jokowi bersikap diskriminatif dalam komentar-komentar mereka. 

Akun mif190188 menulis 'memang diskriminasi gan. negara kita cuma nerima kertas yang gak ada artinya bernama ijasah'.

Akun Muzmuz menulis 'betul itu gan......semua berhak untuk mendapatkan penghidupan yang layak, jadi negara tidak boleh membatasi, akreditasi C, B, A harus bisa mendaftar ujian cpns...itu usulan sy kepada negara........'

Bahkan tahun 2017 lalu sempat muncul petisi berjudul 'Lagi, Diskriminasi Perguruan Tinggi Akreditasi C, adilkah Pemerintah?'

Namun petisi itu tak mendapatkan tanggapan apapun dari Kementerian PAN-RB, apalagi dari Presiden Jokowi.

Mohon bantu dukung petisi penghapusan syarat akreditasi minimal B CPNS dan bantu sebarkan

Jelang CPNS 2018 ini komplain serupa mulai muncul.

"Permisi mind, kalau Akreditasi JURUSANnya C dan IPK di bawah 3.00, apkah bisa ikut tes CPNS? Terima kasih," tanya akun @AlpianoContesso pada akun @BKNgoid.

"Utk pendaftaran CPNS yg akn mendatang..sy mohon agar semua berhak utk mengikuti CPNS baik lulusan SMA, D3 maupun S1 termasuk yg mempunyai akreditasi A, B, maupun C. Karena kemampuan orang tdk bs dilihat dr akreditasi kampus atau sekolahnya, mlainkn dr kemampuan individu @jokowi," tulis akun @LisaAinur1.

"Kepada Yth. Bpk. Presiden Jokowi @jokowi , Bpk. Menteri BKN @BKNgoid Terkait Tes CPNS 2018 mohon tdk masukan Surat Akreditasi BAN PT sbgi salah satu persyaratan utk peserta daftar CPNS. Hal ini sangat sulit bagi peserta utk mencari dan memintanya ke kampus masing2. Kami mohon!!," akun @ChristoDp2.

Berikut rincian formasi  CPNS 2018

51.271 formasi untuk instansi Pemerintah Pusat  (76 K/L) dan 186.744 formasi untuk instansi Pemerintah Daerah (525 Pemda).

Peruntukan instansi Pemerintah Pusat terdiri dari :

* Jabatan Inti yang diisi dari pelamar umum sebanyak 24.817 formasi

* Guru Madrasah Kementerian Agama yang bertugas di Kabupaten/Kota sebanyak 12.000 formasi,

* dosen Kemenristekdikti dan Kementerian Agama sebanyak 14.454 formasi.

Adapun peruntukan instansi Pemerintah Daerah terdiri dari

* Guru Kelas dan Mata Pelajaran sebanyak 88.000 formasi

* Guru Agama sebanyak 8.000 formasi,

Tenaga Kesehatan

*Sebanyak 60.315 formasi (Dokter Umum, Dokter Spesialis, Dokter Gigi, dan Tenaga Medis/Paramedis)

*Tenaga Teknis yang diisi dari pelamar umum sebanyak 30.429 formasi.

Penetapan formasi khusus pengadaan CPNS Tahun 2018 terdiri dari :

* Putra/Putri Lulusan Terbaik (Cumlaude), Penyandang Disabilitas, Putra/Putri Papua dan Papua Barat, Diaspora, Olahragawan Berprestasi Internasional, serta Tenaga Pendidik dan Tenaga Kesehatan dari Eks Tenaga Honorer Kategori II jabatan guru dan tenaga kesehatan yang memenuhi persyaratan untuk mengikuti seleksi CPNS.

Untuk persyaratan umum yang harus dipenuhi oleh setiap calon pelamar disesuaikan dengan ketentuan sebagaimana diatur dalam Peraturan Pemerintah Nomor 11 Tahun 2017 tentang Manajemen PNS.

Teknis pendaftarannya dilakukan serentak secara daring/online oleh Panitia Seleksi Nasional yang secara teknis dikoordinasikan oleh Badan Kepegawaian Negara melalui portal pendaftaran daring/online (sscn.bkn.go.id).

Calon pelamar hanya diperbolehkan mendaftar pada satu instansi pemerintah dan satu formasi jabatan. 

Ada tiga tahapan seleksi pelamar CPNS, yakni seleksi administrasi, SKD, dan SKB.

Untuk dapat mengikuti seleksi lanjutan, pelamar harus lolos seleksi administrasi. SKD merupakan salah satu tahapan setelah pelamar dinyatakan lulus seleksi administrasi.

Seperti tahun lalu, pelaksanaan SKD CPNS tahun 2018 ini menggunakan sistem Computer Assisted Test (CAT). 

Untuk dapat mengikuti seleksi lanjutan, peserta SKD harus melampaui nilai ambang batas (passing grade) seperti diatur dalam Peraturan Menteri PANRB No. 37/2018 tentang Nilai Ambang Batas SKD Pengadaan CPNS 2018.

Pada penerimaan CPNS tahun ini dibuka formasi khusus yang terdiri dari lulusan terbaik (cumlaude), penyandang disabilitas, putra-putri Papua dan Papua Barat, Diaspora, olahragawan berprestasi internasional, serta tenaga pendidik dan tenaga kesehatan eks tenaga honorer kategori II yang memenuhi persyaratan.  

Terkait dengan pelamar Diaspora, dialokasikan untuk formasi jabatan peneliti, dosen, dan perekayasa dengan pendidikan minimal Strata 2.

Khusus untuk perekayasa, dapat dilamar dari lulusan Strata 1.

“Diaspora merupakan formasi khusus yang dibuka pertama kali tahun 2018 ini,” kata Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB), Syafruddin.

Formasi khusus yang sempat menyita perhatian masyarakat pasca Asian Games adalah atlet berprestasi internasional.

Dalam hal ini, pelaksanaannya dikoordinasikan oleh Menpora, dan merujuk pada ketentuan Permenpora No. 6/2018 tentang Persyaratan dan Mekanisme Seleksi, dan Pengangkatan Olahragawan Berprestasi menjadi CPNS tahun 2018.

Mekanisme/sistem pendaftaran untuk eks THK-II dilakukan tersendiri di bawah koordinasi BKN.

Pendaftar dari eks THK-II yang telah diverifikasi dokumennya wajib mengikuti Seleksi Kompetensi Dasar (SKD).

Jadwal pelaksanaan pengadaan CPNS Tahun 2018 direncanakan mulai bulan September 2018.

Diawali dengan tahap pengumuman, pendaftaran dan verifikasi administrasi pada minggu kedua September sampai dengan minggu kedua Oktober 2018.

Pelaksanaan seleksi pada minggu ketiga Oktober 2018 (SKD dan SKB).

Pengumuman kelulusan pada minggu keempat November 2018. Sedangkan tahap pemberkasan dimulai pada bulan Desember 2018.

Masyarakat diminta memantau informasi mengenai rekrutmen CPNS ini melalui situs Kementerian PANRB yakni menpan.go.iddan situs BKN melalui sscn.bkn.go.id.

Mantan Wakapolri ini juga menyampaikan bahwa masyarakat agar tidak mudah percaya terhadap seseorang yang menjanjikan dapat masuk menjadi CPNS.

“Jadi jangan percaya kalau ada pihak-pihak yang menawarkan jasa bisa meluluskan seseorang dengan imbalan sejumlah uang,” imbuhnya. (*)

*Artikel ini telah tayang di Wartakotalive dengan judul Sepanjang Era Presiden Jokowi Lulusan Kampus Akreditasi C Tak Bisa Lamar CPNS di sscn.bkn.go.id

Editor: Tri Indaryani
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved