CPNS 2018

Seleksi CPNS 2018 Dilakukan Melalui 2 Jalur: Formasi Umum dan Formasi Khusus, Apa Perbedaannya?

Dalam CPNS 2018, pemerintah melakukan seleksi melalui dua jalur, yakni formasi umum dan formasi khusus. Apa perbedaannya?

Seleksi CPNS 2018 Dilakukan Melalui 2 Jalur: Formasi Umum dan Formasi Khusus, Apa Perbedaannya?
Poskupang
Ilustrasi penerimaan CPNS 2018 

TRIBUNBATAM.id - Dibuka pada 19 September 2018, pendaftaran CPNS 2018 dilakukan dengan mengakses sscn.bkn.go.id.

Untuk formasi khusus, pemerintah juga menetapkan persentase alokasi formasi di pusat dan daerah, termasuk seleksi tenaga honorer K2 atau kategori 2 sebanyak 13.347 orang yang tercatat dalam database BKN.

Persentase alokasi untuk formasi khusus CPNS 2018 tersebut diatur Peraturan Menteri PANRB No 36 tentang Kriteria Penetapan Kebutuhan PNS dan Pelaksanaan Seleksi CPNS 2018.

Baca: CPNS 2018 - Pendaftaran Dibuka 9 Hari Lagi, Ini 4 Persyaratan yang Wajib Disiapkan dari Sekarang

Baca: Cara Mendaftar CPNS 2018 di sscn.bkn.go.id: Akses Dibuka, Bisa Langsung Diunduh

Baca: CPNS 2018 - Agar Lolos Tes Seleksi CPNS 2018, Ini Standar Nilai Minimal yang Harus Dipenuhi

Demikian pula ketentuan dan persyaratan formasi khusus CPNS 2018 untuk tenaga honorer K2 disampaikan Deputi Sumber Daya Manusia Aparatur (SDMA) Kementerian PANRB, Setiawan Wangsaatmadja, melalui siaran pers Kemen PAN RB.

Dikutip Tribunjogja.com dari laman menpan.go.id, Jumat (7/9/2018), dijelaskan menyeluruh bahwa pengadaan CPNS 2018 dilakukan melalui dua jalur, yakni formasi umum dan formasi khusus.

Berdasarkan Permen tersebut, formasi khusus terdiri dari lulusan terbaik (cumlaude), penyandang disabilitas, putra-putri Papua dan Papua Barat, diaspora, olahragawan berprestasi internasional.

Selain itu termasuk formasi khusus adalah tenaga pendidik dan tenaga kesehatan eks tenaga honorer K2 (kategori II) yang memenuhi persyaratan.

Persentase alokasi

Berdasarkan Permen PANRB tersebut, instansi pemerintah pusat wajib mengalokasikan minimal 10 persen untuk sarjana lulusan terbaik (cumlaude).

Untuk instansi daerah, persentasenya minimal 5 persen dari total alokasi yang ditetapkan.

Pelamar merupakan lulusan perguruan tinggi maupun program studi terakreditasi A/unggul pada saat kelulusan.

Adapun untuk penyandang disabilitas, setiap instansi wajib mengalokasikan formasi jabatan, persyaratan, jumlah, dan unit penempatan yang dapat dilamar oleh penyandang disabilitas.

Untuk instansi pusat minimal dua persen, dan untuk daerah minimal satu persen.

Sementara untuk pelamar diaspora, yang baru pertama kali dilakukan, dialokasikan untuk formasi jabatan peneliti, dosen, dan perekayasa.

Formasi ini disyaratkan pendidikan minimal S-2, kecuali untuk perekayasa, yang dapat dilamar dari lulusan S-1.

“Diaspora merupakan formasi khusus yang dibuka pertama kali tahun 2018 ini,” ujar Setiawan Wangsaatmadja.

Atlet berprestasi

Ada lagi formasi khusus yang menyita perhatian masyarakat seusai Asian Games, yaitu atlet berprestasi internasional.

Formasi bagi atlet berprestasi ini pelaksanaannya dikoordinasikan oleh Menpora.

Hal ini merujuk pada ketentuan Permenpora No 6/2018 tentang Persyaratan dan Mekanisme Seleksi, dan Pengangkatan Olahragawan Berprestasi Menjadi CPNS 2018.

Adapun formasi khusus keenam dalam pendaftaran CPNS 2018 adalah tenaga pendidik dan tenaga kesehatan dari eks tenaga honorer kategori II (THK-II) yang memenuhi syarat.

Honorer K2

Berdasarkan Permen PANRB No. 36/2018, THK-II itu harus terdaftar dalam database Badan Kepegawaian Negara (BKN).

Persyaratan lain soal formasi bagi honorer K2 diatur dalam ketentuan UU ASN, PP 48/2005 dan terakhir diubah menjadi PP No. 56/2012, UU No. 14/2005 bagi tenaga pendidik, dan UU No. 36/2014 bagi tenaga kesehatan.

Tercatat ada 13.347 orang di dalam database BKN.

Setiawan menambahkan, selain persyaratan tersebut, usia pelamar paling tinggi 35 tahun pada tanggal 1 Agustus 2018, dan masih aktif bekerja secara terus-menerus sampai saat ini.

Bagi tenaga pendidik, minimal berijazah S-1, dan untuk tenaga kesehatan, minimal harus berijazah Diploma III, yang diperoleh sebelum pelaksanaan seleksi tenaga honorer K2 (THK-II) pada 3 November 2013.

Selain memiliki KTP, pelamar juga harus memiliki bukti nomor ujian THK-II pada tanggal 3 November 2013 tersebut.

Mekanisme

Khusus untuk eks THK-II, mekanisme/sistem pendaftaran dilakukan tersendiri di bawah koordinasi BKN.

“Pendaftar dari eks THK-II yang telah diverifikasi dokumennya wajib mengikuti seleksi Kompetensi Dasar (SKD) dan tidak ada Seleksi Kompetensi Bidang (SKB) bagi eks THK-II".

“Pengalaman kerja selama minimal 10 tahun dan terus menerus menjadi tenaga pendidik dan tenaga kesehatan dari eks honorer K-II ditetapkan sebagai pengganti SKB,” imbuh Setiawan, sesuai Permen PANRB No 36/2018. (*)

Artikel ini telah tayang di Tribunjogja.com dengan judul "Menpan Tetapkan Persentase Alokasi Formasi Khusus CPNS 2018, Honorer K2 Tercatat 13.347 orang"

Editor: Danang Setiawan
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved