Soal Investor Bisnis Pariwisata, Kepala Penanaman Modal Anambas Blak-blakan. Ini Pengakuannya  

Potensi alam di Anambas mulai dilirik sejumlah investor. Sayangnya, banyak dari sejumlah investor belum merealisasikan keinginannya

Soal Investor Bisnis Pariwisata, Kepala Penanaman Modal Anambas Blak-blakan. Ini Pengakuannya   
Tribun Batam/Septyan Mulia Rohman
Ilustrasi wisata di Anambas 

TRIBUNBATAM.id, ANAMBAS-Potensi alam di Anambas mulai dilirik sejumlah investor. Sayangnya, banyak dari sejumlah investor belum merealisasikan keinginannya.

Niat awal yang begitu semangat berinvestasi di Anambas, belakangan hilang tanpa kabar kejelasan.

"Ya, memang ada yang seperti itu. Tetapi ada juga yang saat ini masih mengurus perizinan," ujar Yunizar, Kepala Dinas Penanaman Modal, Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP), Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Kepulauan Anambas, Senin (10/9/2018).

Baca: Bantah Tulis Artikel Dongkel Trump, Wapres Amerika Serikat Tantang Jalani Tes Kebohongan

Baca: Jack Ma Pensiun Bergelimang Harta, Inilah Kisah Pahit di Balik Kesuksesannya

Baca: Inilah Dua Khasiat Unik Madu, Obati Luka Tubuh dan Usir Bau Mulut. Begini Caranya!

Baca: Hendak Tangkap Bung Karno, 5 Polisi Jepang Ini Kabur Takut dengan Bambu Runcing

Ditemui usai melaksanakan apel pagi, ia menambahkan tidak jarang dari sejumlah calon investor ini yang menggunakan perantara untuk berinvestasi di Anambas. ‎Kendala dari sisi transportasi menurutnya, menjadi pertimbangan bagi calon investor untuk kembali datang ke Anambas.

Pemkab menurutnya, berkomitmen mempermudah calon investor menanamkan modalnya di Anambas. Salahsatunya, mendampingi calon investor dalam proses survei.

"Komitmen kami seperti itu, asalkan mereka serius. Hal ini pernah kami lakukan saat calon investor Warga Negara Asing (WNA) tertarik untuk berinvestasi di Mandariau. Kami bahkan sampai bermalam di sana.

Hanya saja, sampai saat ini belum ada perkembangan lebih lanjut dari yang bersangkutan," ungkapnya.

‎Upaya untuk mempermudah proses perizinan pun coba dilakukan salahsatunya dengan penerapan Online Single Submission (OSS).

Dengan sistem ini, izin yang diperlukan oleh investor dapat diperoleh dengan proses persyaratan yang menyusul. Pemohon menurutnya dapat mengisi sendiri data yang diminta dalam sistem itu.

"Ada izin berkomitmen. Ini resmi mengacu dalam Peraturan Pemerintah nomor 24 tahun 2018. Jadi, izinnya dikeluarkan terlebih dahulu. Ini ada jangka waktunya.

Kalau tidak dipenuhi persyaratan sampai batas waktu yang ditentukan izin yang semula dikeluarkan bisa dicabut," ungkapnya seraya mengatakan ada empat perusahaan yang sudah mencoba menggunakan sistem OSS ini. (*)

Penulis: Septyan Mulia Rohman
Editor: Agoes Sumarwah
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help