Surat Terbuka Fahri Hamzah untuk Jokowi : Tak Usah Malu Meniru Korsel Pak

Wakil Ketua DPR RI Fahri Hamzah menuliskan pesan terbuka terkait kegiatan kunjungan Presiden Indonesia Joko Widodo ke Korea Selatan

Surat Terbuka Fahri Hamzah untuk Jokowi : Tak Usah Malu Meniru Korsel Pak
kompas.com/Sabrina Asril
Fahri Hamzah 


Cuitan akun Instagram Fahri Hamzah (Instagram/ @Fahrihamzah)

Diakhir pesan untuk Jokowi, Fahri menutupnya dengan memposting quote dari Albert Einstein.

"Pantaslah saya tutup dengan poster #AlbertEinstein di bawah ini tentang definisi kegilaan. “Gila itu: melakukan sesuatu dengan cara yang sama tapi berharap hasil yang berbeda”. Ini sudah 16 tahun bapak!" tulis akun @fahrihamzah.

Sebagai informasi, sebelumnya Korea Selatan memiliki lembaga KICAC yang berdiri pada tahun 2002 dan kemudian dibubarkan Presiden Korsel Lee Myung Bak.

Dengan alasan adanya lembaga KICAC mengganggu hubungan pemerintah dan pengusaha.

Lee Myung Bak adalah Presiden Korea Selatan tahun 2008 yang berlatar belakang pengusaha yang membubarkan KICAC.

“Sebagai gantinya dibentuklah Anti Corruption and Civil Rights Commision (ACRC) yang merupakan gabungan dari KICAC, Ombudsman, dan Komisi Banding Administratif,” tutur Manager Riset Transparancy Internasional Indonesia Wawan Suyatmiko, dikutip dari Kompas.com, Kamis (7/6/2018)..

Perbedaan KICAC dan ACRC sendiri pernah diungkapkan Fahri Hamzah seusai berkunjung ke Transparansi Internasional Korea Selatan di Seoul.

Menurut Fahri Hamzah, bahwa perbedaan pemberantasan korupsi Korea dan Indonesia adalah pada dukungan civil society atau lembaga-lembaga swadaya masyarakat anti-korupsi terhadap DPR.

"Di Korea ACRC dan pegiat anti korupsi bekerja sama dengan baik dengan National Assembly (DPR Korea). Kalau di negara kita, DPR justru dihantam kiri kanan dan dikesankan sebagai sarang koruptor," ucap Fahri dalam keterangan tertulis, Kamis (29/6/2017), dikutip dari Tribunnews.com, Jumat (30/6/2017).(*)

Editor: Agus Tri Harsanto
Sumber: TribunWow.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help