Kirab Malam 1 Muharram

Tradisi 1 Muharram di Solo, Bakal Dikirab, Ini Asal-usul Kebo Bule Kyai Slamet

Bagi masyarakat Jawa, 1 Muharram dikenal dengan nama 1 Suro yang menjadi tanda hari pertama kalender Jawa

Tradisi 1 Muharram di Solo, Bakal Dikirab,  Ini Asal-usul Kebo Bule Kyai Slamet
Tribunnews
Kebo Bule keturunan Kyai Slamet 

Tradisi dalam keraton adalah kirab pusaka yang digelar pada malam satu suro.

Aktor utama pada kirab sakral tersebut adalah beberapa kerbau bule.

Disebut kerbau bule karena wujud fisiknya yang berwarna putih agak kemerah-merahan.

Kerbau milik Keraton Kasunanan ini bukan sembarang kerbau.

Kerbau bule tersebut bernama Kyai Slamet yang hingga kini telah memiliki beberapa keturunan.

Dalam buku Babad Solo karya Raden Mas Said, Kyai Slamet adalah hadiah dari Kyai Hasan Besari asal Tegalsari, Ponorogo untuk Raja Kasunanan, Pakubuwono II.

Kerbau diperuntukkan sebagai cucuk lampah pusaka keraton.

Cucuk lampah merupakan sebutan untuk posisi yang berada di barisan terdepan.

Dalam hal ini kerbau bule mengawali perjalanan pusaka keraton yang dibawa para abdi dalem di belakangnya.


Kirab Kebo bule saat malam satu suro di Solo, Kamis (15/10/2015). (KOMPAS.COM/ M Wismabrata)

Halaman
123
Editor: Agus Tri Harsanto
Sumber: Tribun Solo
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help