MOTOGP

Valentino Rossi Malu Gagal Lagi, Kenapa Cuma Yamaha yang Bermasalah? Begini Kisahnya

Alih-alih naik podium MotoGP San Marino, Valentino Rossi justru makin terpuruk dan tidak bergerak sepanjang balapan. Terkunci di posisi 7.

Valentino Rossi Malu Gagal Lagi, Kenapa Cuma Yamaha yang Bermasalah? Begini Kisahnya
TWITTER/YAMAHAMOTOGP
Valentino Rossi 

"Untuk beberapa alasan yang kami tidak mengerti, hari ini semuanya lebih sulit. Sudah sejak pagi kami melakukan pemanasan, kami sangat berjuang. Saya dan Maverick, juga (Johann) Zarco. Sialnya sore hari, bahkan dengan kondisinya sangat mirip dengan Sabtu sore, perasaan saya dengan motor dan ban lebih buruk. Lebih sulit di mana-mana."

"Sudah dari setengah putaran pertama, saya mengerti bahwa itu tidak sama dengan kemarin, ketika saya melakukan (kecepatan) '32,9; '33, 0; '33, 1; ... '33, 2 setelah 16 putaran. Saya satu detik lebih lambat," katanya.

Apa sebenarnya yang salah pada Yamaha sehingga tak pernah meraih satu gelar pun selama 22 balapan sejak tahun 2017?

Sebenarnya, apa yantg dikatakan pengamat MotoGP Marco Penat ada benarnya bahwa masalah utama Yamaha bukan pada elektronik, tetapi masalah organisasi tim Yamaha yang dipimpin oleh Lin Jarvis.

Berawal dari ECU

Lin Jarvis awalnya sangat mengabaikkan masalah elektronik setelah Dorna memutuskan penggunaan ECU seragam mulai MotoGP 2016.

Sebelumnya, seluruh pabrikan membawa perangkat ECU masing-masing dari pabriknya, namun hal ini membuat balapan tidak kompetitif karena tim satelit dan CRT (tim independen yang memakai mesin pabrik tertentu) tidak bisa mengembangkan motor mereka karena terbatasnya database untuk pengembangan motor.

Mereka menggunakan motor yang usianya lebih tua dari pabrikan sementara mereka harus melakukan set up sendiri ECU mereka.

Sikap anggap enteng Lin Jarvis ini ternyata membuat petaka. Sebab, ECU Magneti Marelli yang digunakan MotoGP tidak sinkron dengan IMU atau inertial measurement unit ( IMU ) inhouse bawaan pabrik.

Lin Jarvis bersama dua pebalap Movistar Yamaha, Valentino Rossi dan Jorge Lorenzo
Lin Jarvis bersama dua pebalap Movistar Yamaha, Valentino Rossi dan Jorge Lorenzo (crash net)

Untuk diketahui, ECU adalah perangkat elektronik untuk mengkobinasikan 26 sensor aerodinamika motor, terutama saat pengereman dan troksi yang dihasilkan saat keluar dari tikungan, saat pebalap menggeber gas lagi.

Halaman
1234
Penulis: Alfian Zainal
Editor: Alfian Zainal
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help