BATAM TERKINI

BPHTB Tak Capai Target, Uba : Ada yang Tak Beres Komunikasi Antara Pemko dan BP Batam

Buruknya komunikasi antar kedua lembaga negara itu justru memperburuk perekonomian di Batam

BPHTB Tak Capai Target, Uba : Ada yang Tak Beres Komunikasi Antara Pemko dan BP Batam
Anggota DPRD Batam Uba Ingan Sigalingging 

TRIBUNBATAM.id, BATAM-Beberapa potensi pendapatan seperti pajak dan retribusi daerah, banyak yang tidak sesuai target. Salah satunya pajak BPHTB. Hal ini sangat disayangkan oleh Anggota Komisi II DPRD Kota Batam Uba Ingan Sigalingging.

Uba mengatakan Komisi II telah memanggil Badan Pengelolaan Pajak dan Retribusi Daerah (BP2RD) Kota Batam terkait realisasi pendapatan daerah triwulan kedua atau semester pertama 2018.

"Namun hasilnya tidak memuaskan," ujar Uba, Selasa (11/9/2018).

Uba menilai Pemerintah Kota (Pemko) Batam dan Badan Pengusahaan (BP) Batam harus membangun komunikasi yang baik. Sehingga target Pendapatan Asli Daerah (PAD), khususnya dari sektor Pajak Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB) bisa terwujud.

"Menurut saya, buruknya komunikasi antar kedua lembaga negara itu justru memperburuk perekonomian di Batam. Artinya ada yang tak beres komunikasi antara Pemko dan BP Batam dalam pencapaian BPHTB," sesal Uba.

Sementara itu untuk target Pajak BPHTB sebesar Rp 380 miliar, hanya terealisasi sebesar Rp 165 miliar di semester pertama. Hal ini juga harus jadi peringatan bagi Pemko Batam mengingat BPHTB adalah sektor pajak tertinggi saat ini.

Baca: Lomba Pawai Taaruf Meriahkan Muharram di Batam, Amsakar Ajak Masyarakat Evaluasi Diri

Baca: Ucapannya Tempe Setipis Kartu ATM, Sandiaga Uno : Jangan Mem-bully

Baca: Jangan Takut Ngemil Malam Hari, 7 Makanan ini Nggak Bikin Gendut. Begini Alasannya

Uba menambahkan Pajak Penerangan Jalan Umum (PPJU) juga menjadi sorotan DPRD kota Batam. Hingga sampai saat ini realisasi dari pajak tersebut baru menyentuh angka Rp 103 miliar atau baru sebesar 54,97 persen dari target Rp 188,5 miliar di APBD murni 2018.

Pajak BPHTB dan PPJU, kata Uba, masih menjadi andalan PAD Kota Batam. Selain kedua pajak ini, Pemko juga menargetkan Rp 158 miliar untuk pajak izin mendirikan bangunan (IMB) dan Rp117 miliar untuk pajak hotel.

"Untuk pajak lain seperti restoran Rp 68 miliar, pajak hiburan Rp 29 miliar, pajak reklame Rp 6,9 miliar dan pajak parkir sebesar Rp 12 miliar," katanya.

Selain itu, retribusi Izin Mendirikan Bangunan (IMB) ini menjadi yang paling sedikit pencapaian dibanding retribusi lainnya. IMB sendiri ditargetkan Rp30 miliar di akhir tahun, namun dalam realisasinya baru tercapai sebesar Rp 7,5 miliar.

Retribusi lainnya seperti parkir tepi jalan umum yang baru terealisasi sebesar Rp4,8 miliar dari target tahun ini sebesar Rp10 miliar. Hal ini menjadi bukti belum maksimalnya capaian retribusi daerah.

Uba berharap Pemko Batam harus mampu mengoptimalkan sektor ini. Selain potensinya yang cukup besar retribusi parkir dinilai mampu mendongkrak sektor PAD Batam. (rus)

Penulis: Roma Uly Sianturi
Editor: Zabur Anjasfianto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help