Dolar Menguat, Pejabat Disperindag Tanjungpinang: Harga Kebutuhan Masih Stabil

Disperindag Tanjungpinang melihat belum ada gejolak harga kebutuhan, meskipun dolar menguat. Begini penjelasannya

Dolar Menguat, Pejabat Disperindag Tanjungpinang: Harga Kebutuhan Masih Stabil
tribunbatam/wahibwaffa
Ilustrasi pasar Bintan Center 

TRIBUNBATAM.Id, TANJUNGPINANG-Dolar menguat, namun apakah itu berdampak pada ekonomi Tanjungpinang?

Menurutnya Ani Murtiani, Kabid Stabilisasi Harga Pemko Tanjungpinang, secara umum dampak ekonomi belum dirasakan warga. Harga barang juga masih stabil, belum mengalami kenaikan.

"Tidak ada kenaikan semua masih stabil. Hanya tahu dan tempe," kata Ani, Selasa (11/9/2018). Kedelai menurutnya, kenaikan terjadi sejak dua bulan lalu, tidak saat kenaikan dolar sekarang saja.

Baca: Orang Dalam Gedung Putih Ungkap Rencana Singkirkan Presiden Trump, Begini Bocorannya

Baca: Penyakit Asam Urat Dapat Disembuhkan Total? Begini Jawaban Ahlinya

Baca: Hunian Dikepung Rumah Tetangga, Tak Ada Jalan Keluar Masuk Rumah. Pemilik Kebingungan

Baca: Buat Kesehatan Ginjal, Inilah 5 Sayuran Wajib Konsumsi Rutin. Ada Bawang Putih dan Kubis

Ia menyebutkan bahan baku kedelai impor mengalami kenaikan sejak bulan Februari 2018. Dimana harga kedelai yang sebelumnya Rp 7000 perkilogram saat ini sudah naik menjadi Rp 9000 perkilogram.

Perajin tahu dan tempe pun kemarin sempat berdialog dengan pemko Tanjungpinang untuk membahas mencari solusi agar harga dapat ditekan.

"Perajin kemarin mengeluh soal harga itu. Kita diminta hadir untuk mencari solusi agar bisa mendatangkan distributor kedelai sendiri di Tanjungpinang," katanya.

Beberapa permasalahan yang terjadi untuk pasokan kedelai saat ini Tanjungpinang mendapatkan pasokan dari Batam. Di Tanjungpinang belum ada distributor pemasok kedelai bahan tahu tempe.

Mengapa masih menggantungkan pasokan dari Batam, karena kebutuhan di Tanjungpinang belum terlalu besar dan masih bisa diatasi dari pasokan distributor di Batam.

Sementara itu para perajin tahu dan tempe memilih mengecilkan ukuran. Tidak melakukan kenaikan komoditas barang. (*)

Penulis: Wahib Wafa
Editor: Agoes Sumarwah
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved