Miliki Teknologi Ini, Jet Tempur Rusia Diklaim Bakal Habisi Jet Andalan Amerika F-22 dan F-35

Radar fotonik dapat menyediakan pencitraan gelombang radio ketika sebuah gambar memiliki detail yang lebih besar

Miliki Teknologi Ini, Jet Tempur Rusia Diklaim Bakal Habisi Jet Andalan Amerika F-22 dan F-35
National Interest
Ilustrasi 

TRIBUNBATAM.ID-Sebuah perusahaan pertahanan Rusia, KRET mengklaim telah mengembangkan prototipe sistem radar fotonik dan sedang membangunnya dalam skala penuh.

Jet tempur generasi keenam Rusia serta pesawat tanpa awak generasi berikutnya dilengkapi dengan "radar radio-fotonik" yang penting.

Jika Rusia berhasil mengembangkan sistem seperti itu, Moskow akan memiliki sensor dengan jangkauan dan resolusi yang jauh lebih besar dan cukup tinggi untuk menangkap citra tiga dimensi dari target udara.

Baca: Ingat Inilah Syarat yang Harus Dipenuhi Jelang Pendaftaran CPNS di sscn.bkn.go.id

Baca: Inilah Cara Bedakan Masuk Angin dan Serangan Jantung, Kenali Gejalanya

Ilustrasi
Ilustrasi (National Interest)

Baca: Heboh soal Kehidupan Warga Pulau Pejantan, Begini Perintah Bupati Bintan ke Camat Tambelan

Baca: Hunian Dikepung Rumah Tetangga, Tak Ada Jalan Keluar Masuk Rumah. Pemilik Kebingungan

Baca: Ingin Rental Helikopter dari Bandara Jakarta ke Bandung? Segini Tarifnya, Naiknya dari Sini

Secara potensial, sistem radar itu dapat mengembangkan jalur kualitas senjata pada pesawat siluman jika terbukti berhasil.

Menurut kantor berita TASS, RTI Group Rusia diharapkan dapat menyelesaikan penelitian tahun ini.

Radar fotonik dapat menyediakan pencitraan gelombang radio ketika sebuah gambar memiliki detail yang lebih besar.

"Radio-fotonik radar akan dapat melihat lebih jauh dari radar yang ada," kata Vladimir Mikheyev, seorang penasihat wakil kepala eksekutif utama KRET.

KRET mengklaim telah mengembangkan prototipe kerja berbagai subkomponen radar fotonik mereka dan tengah membangunnya secara penuh.

Sebuah radar fotonik menggantikan sirkuit elektronik lama radar konvensional dengan laser dan kemudian menghasilkan sinyal frekuensi radio berkualitas tinggi.

Sementara radar fotonik masih menggunakan gelombang radio untuk menemukan objek seperti sistem konvensional, laser dapat digunakan untuk menjangkau frekuensi hingga ratusan gigahertz.

Saat ini radar laut dan kontrol lalu lintas udara biasanya beroperasi dalam kisaran 1-12 gigahertz.

Sementara Rusia mulai berinvestasi dalam aplikasi militer teknologi radar fotonik, Pentagon memiliki awal yang cukup besar.

Memang, Pentagon memiliki serangkaian program pengembangan teknologi berbasis fotonik yang sedang dijalankan.

Bukan hanya untuk radar tetapi juga untuk sinyal intelijen dan aplikasi lain.

Namun kenyataan bahwa Moskow dan Beijing juga tengah menggarap teknologi ini, maka Pentagon tak lagi mampu mempertahankan keunggulan teknologi besarnya. (Intisarionline/nationalinterest)

Editor: Agoes Sumarwah
Sumber: Grid.ID
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved