Tragedi 11 September 2001 Runtuhnya Menara WTC, Pesan Terakhir Korban Sangat Menyentuh

17 tahun sudah, tepatnya 11 September 2001 tragedi runtuhnya menara WTC di AS terjadi. Inilah pesan terakhir korban

Tragedi 11 September 2001 Runtuhnya Menara WTC, Pesan Terakhir  Korban Sangat Menyentuh
boredpanda.com
Sebuah pesawat meledak usai menabrak menara kedua gedung WTC dan langsung terbakar seperti menara lainnya 

Cosgrove: Ada asap yang begitu tebal di sini.

911: Tolong duduk tenang. Kami bakal menyelamatkan Anda secepat mungkin.

Cosgrove: Saya tahu kalian sudah berusaha menyelamatkan banyak orang. Namun kami berada di lantai atas. Asapnya sudah mulai meninggi.

Cosgrove: Ayolah, saya hampir tak bisa bernapas sekarang. Saya juga hampir tak bisa melihat. Sangat gelap, pekat. Kami masih muda, belum siap untuk mati.

911: Halo?

Cosgrove: Halo, ternyata ada tiga orang di sini. Ada dua jendela pecah. Ya Tuhan, ah!

Telepon Cosgrove terputus setelah sebelumnya sempat terdengar teriakan dan suara reruntuhan yang jatuh.

3. Melissa Harrington Hughes

Saat itu, Hughes sedang berada di New York untuk keperluan bisnis. Dia menelepon suaminya, Sean, di San Francisco saat terjebak di WTC.

"Aku hanya ingin kau tahu bahwa aku sangat mencintaimu. Saat ini aku terjebak di gedung ini (WTC) di New York," ujar Hughes dalam pesan suara.

"Banyak asap di sini. Sekali lagi aku hanya ingin engkau tahu aku bakal mencintaimu sampai kapanpun," tutur dia.

4. Ceecee Lyles

Lyles merupakan awak kabin pesawat United Airlines dengan nomor penerbangan 93 ketika dibajak di 11 September 2001.

United 93 adalah pesawat di mana para penumpang dan kru-nya berusaha melawan kelompok pembajak, yang membuat pesawat itu jatuh di Pennsylvania.

Diyakini penumpang dan kru pesawat United 93 melawan agar tidak terjadi jatuh korban lebih banyak dari serangan tersebut.

Saat kejadian, Lyles berusaha menelepon suaminya yang merupakan seorang polisi. Namun, suaminya tak merespon karena tertidur setelah terbebas dari tugas jaga malam.

Dalam pesan suaranya kepada sang suami, Lyles mengatakan bahwa dia menelepon dari pesawat dan bercerita terjadi aksi pembajakan.

Ibu empat anak itu berkata ada tiga orang yang membajak pesawat. Lyles berujar, dia mendengar ada pesawat yang sudah menghantam WTC.

"Aku harap aku bisa melihat wajahmu lagi sayang. Aku mencintaimu. Selamat tinggal," kata Lyles dalam pesan suara tersebut.

5. Betty Ong

Ong adalah kru pesawat American Airlines nomor penerbangan 11 dari Boston menuju Los Angeles yang pertama kali dibajak.

Dia menelepon layanan pemesanan maskapai yang dijawab oleh agen saat itu, Nydia Gonzalez. Berikut percakapan mereka.

Ong: Kokpit tak merespon. Seseorang tertusuk di kelas bisnis, dan um, saya rasa ada bau yang membuat kami tak bisa bernapas.

Ong: Saya tidak tahu. Saya pikir kami baru saja mengalami aksi pembajakan. Nama saya Betty

Ong. Saya kru nomor 3 di penerbangan 11.

AAL: Bisakah Anda menjabarkan orang itu, yang Anda katakan tertusuk di kelas bisnis?

Ong: Saya duduk di belakang. Seseorang datang dari kelas bisnis. Jika Anda mau menunggu sebentar.

(Terjadi percakapan di mana Ong menanyakan siapa yang menjadi korban penikaman).

Seseorang: Saya tidak tahu. Tapi saya dengar Karen dan Bobby juga ditusuk.

Ong: Nomor 1 kami ditusuk. Kepala kru kami ditusuk. Ah, kami tidak tahu siapa menusuk siapa karena kami tidak bisa menghampiri kelas bisnis.

Ong: Penumpang kelas bisnis, kepala kru, maupun nomor 5 ditusuk. Kami bahkan tak bisa menuju kokpit. Kami tahu siapa yang berada di dalam.

AAL: Yah, jika mereka cerdas, mereka bakal segera menutup pintunya, dan..

Ong: Maaf?

AAL: Apakah mereka tidak berusah mensterilkan kokpit?

Ong: Saya pikir orang-orang itu (pelaku) ada di sana. Mereka sengaja membentengi diri. Tidak ada yang bisa menghubungi kokpit.

(Telepon kemudian dialihkan menuju layanan darurat)

AAL: Apa yang terjadi, Betty? Betty, tolong bicara. Betty, apa Anda di sana? (Diam) Mungkin, kita kehilangan dia.

Editor: Agus Tri Harsanto
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help