MOTOGP

Bos Ducati Akhirnya Akui Timnya Bangkit di MotoGP Berkat Jorge Lorenzo, Nyesel Nih?

Kami telah memahami banyak hal tentang motor. Saya percaya bahwa banyak pekerjaan yang kami lakukan adalah hasil dari teori yang dia bawa ke meja

Bos Ducati Akhirnya Akui Timnya Bangkit di MotoGP Berkat Jorge Lorenzo, Nyesel Nih?
MOTOGP.COM
Jorge Lorenzo 

TRIBUNBATAM.id, SAN MARINODucati menjadi ancaman utama bagi Repsol Honda pada musim MotoGP 2018 ini setelah menjukkan kebangkitannya di beberapa seri terakhir MotoGP 2018.

Dua pebalap Ducati, Andrea Dovizioso dan Jorge Lorenzo bahkan terlihat semakin cepat dari pebalap Honda Marc Marquez, terutama saat balapan MotoGP San Marino, Minggu (9/9/2018) lalu.

Andrea Dovizioso memenangkan balapan yang cukup lama diimpikan tim Ducati, sejak terakhir Casey Stoner di Sirkuit Misano tahun 2007.

Bahkan, jika Jorge Lorenzo tidak terjatuh di dua lap terakhir, maka Ducati akan finis satu dua, seperti yang diperlihatkannya pada MotoGP Ceko.

Bahkan, dalam seri terakhir, duo The Reds ini selalu meraih podium, memutus dominasi Marc Marquez dan diperkirakan akan terus trengginas hingga enam seri tersisa.

Baca: MotoGP - Tiga Kali Ducati Dobel Podium di MotoGP , Marc Marquez Jawab Ini

Baca: Penghitungan Poin MotoGP 2018 - Terlalu Jauh untuk Dikejar Dovizioso, Marc Marquez Cari Aman

Baca: Valentino Rossi Malu Gagal Lagi, Kenapa Cuma Yamaha yang Bermasalah? Begini Kisahnya

Meskipun duo Ducati sulit untuk menggeser Marquez di puncak klasemen karena selisih poin yang terlalu jauh, namun Ducati berpeluang besar menyabet gelar manufaktur terbaik.

Sebab, jarak antara Honda dan Ducati hanya defisit 23 poin.

Pasalnya, dua pebalap Ducati lebih kompetitif sementara Honda hanya mengandalkan Marquez karena performa Dani Pedrosa yang makin menurun.

CEO Ducati, Claudio Domenicali secara khusus berterima kasih atas kontribusi Jorge Lorenzo dalam kebangkitan timnya.

Pernyataan Domenicali ini secara tersirat menujukkan penyesalan karena terlalu cepat mendepak pebalap Spanyol itu dari Borgo Panigale, markas Ducati.

Lorenzo dua tahun dikontrak Ducati dari Yamaha.

Pada musim pertama, Lorenzo sulit beradaptasi dengan motornya dan baru menujukkan performanya  pada pertengahan musim MotoGP 2018.

Karena Lorenzo tidak juga memperlihatkan perkembangan, Ducati kemudian menyatakan bahwa kontrak Lorenzso tidak diperpanjang lagi.

Begitu Lorenzo dilepas, Repsol Honda langsung menggaetnya dan pada MotoGP 2019 nanti, #99 akan menjadi tandem Marc Marquez.

Lorenzo memang terkenal rewel dan sering mengkritik Ducati yang selalu mengandalkan power, namun lemah dalam aerodinamis.

Terakhir, Lorenzo meminta agar tanki bahan bakar diperkecil dan ternyata hal itu membawa perubahan yang terbukti bisa membuat Desmosedici makin lincah.

Jorge Lorenzo sudah memenangkan tiga seri di MotoGP Italia, Catalunya dan terakhir di Austria, serta satu kali finis urutan kedua di Ceko.

Domenicali tak menampik jika masukan Jorge Lorenzo sangat besar pengaruhnya bagi pengembangan Ducati.

"Ketika Anda berbicara tentang perpisahan, Anda berbicara tentang perselisihan. Tetapi saya berpikir bahwa memiliki Lorenzo selama 20 bulan, ditambah enam balapan tersisa, telah memberi kami keuntungan luar biasa," ucap Claudio Domenicali seperti dilansir GPOne.

"Kami telah memahami banyak hal tentang motor. Saya percaya bahwa banyak pekerjaan yang kami lakukan adalah hasil dari teori yang dia bawa ke meja, mengonfirmasikan apa yang telah diberikan Andrea Dovizioso kepada kami," tutur Domenicali.

"Saya percaya bahwa Lorenzo, dalam beberapa bulan terakhir, telah menyadari potensi dirinya dengan motor ini, memahami bahwa dia dapat menang," ujar Domenicali lagi.

"Saya juga melihat Lorenzo yang berbeda, yang menampilkan daya saing dan tekad yang luar biasa," lanjutnya.

Pengakuan terhadap Lorenzo ini memang ditunggu-tunggu banyak orang karena Ducati berubah sejak kehadiran juara 5 kali MotoGP ini, meskipun ia sering membuat kesal tim mekanik, termasuk disindir oleh Dovizioso sendiri.

Jadi, kesimpulannya, nyesel nih?

Penulis: Alfian Zainal
Editor: Alfian Zainal
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved