Duterte Tantang Militer Filipina Lakukan Kudeta, Begini Sesumbarnya

Presiden Filipina Rodrigo Duterte melontarkan pernyataan mengejutkan dengan mempersilakan militer melakukan pemberontakan

Duterte Tantang Militer Filipina Lakukan Kudeta, Begini Sesumbarnya
SOUTH CHINA MORNING POST
Presiden Filipina Rodrigo Duterte mencoba senapan serbu bantuan dari pemerintah China 

TRIBUNBATAM.ID, MANILA-Presiden Filipina Rodrigo Duterte melontarkan pernyataan mengejutkan dengan mempersilakan militer melakukan pemberontakan.

Pernyataan itu disampaikan dalam siaran langsung televisi dengan Penasihat Kepala Bidang Hukum Salvador Panelo Selasa (11/9/2018).

Duterte mengatakannya setelah dia menerbitkan surat penangkapan kepada Senator Antonio Trillanes yang merupakan salah satu pengkritik utama Duterte.

Baca: Orang Dalam Gedung Putih Ungkap Rencana Singkirkan Presiden Trump, Begini Bocorannya

Baca: Ingat Inilah Syarat yang Harus Dipenuhi Jelang Pendaftaran CPNS di sscn.bkn.go.id

Baca: Inilah Cara Bedakan Masuk Angin dan Serangan Jantung, Kenali Gejalanya

Baca: Terungkap! Banyak Anggota Tjakrabirawa Kabur ke Thailand Jadi Biksu-Petani! Mengejutkan Alasannya!

Diwartakan Russian Today, Duterte berkata jika ada anggota militer tidak suka dengan gaya kepemimpinan yang dia usung, mereka dipersilakan bertindak.

"Lakukanlah pemberontakan, atau revolusi, apapun itu. Kalian bebas melakukannya. Faktanya, saya dukung kalian," ujar Duterte.

Presiden berjuluk Digong itu menantang Magdalo, partai politik Trillanes yang kebanyakan diisi mantan figur militer, untuk memulai aksinya.

"Pastikan saja jenderal dan tentara di pihak kalian. Biarkan rakyat Filipina mengetahui apa keinginan kalian," tegas dia.

Presiden Filipina Rodrigo Duterte mencoba senapan serbu bantuan dari pemerintah China
Presiden Filipina Rodrigo Duterte mencoba senapan serbu bantuan dari pemerintah China (SOUTH CHINA MORNING POST)

Perintah penangkapan diberikan setelah Duterte membatalkan amnesti kepada Trillanes atas upaya kudeta melawan mantan Presiden Gloria Macapagal Arroyo.

Duterte lalu memerintahkan Kementerian Kehakiman memulai penuntutan kriminal kepada mantan perwira angkatan laut itu.

Langkah itu dikecam tim pembela hukum Trillanes dengan menyebut permintaan The Punisher, julukan Duterte, berpotensi melanggar konstitusi Filipina.

Senator 47 tahun itu mengaku sudah mendapat dukungan dari militer. Kemudian Manila sempat melaporkan adanya pergerakan tak biasa dari pasukan. Kabar tersebut dibantah militer.

Panglima Filipina Jenderal Carlito G Galvez Jr memperingatkan seluruh satuan militer tak boleh terlibat dalam kegiatan politik praktis.

"Kesetiaan kita adalah pada konstitusi Filipina," tegas Galvez sebagaimana diberitakan media Amerika Serikat (AS), New York Times.

Lebih lanjut, Duterte juga mengklaim Trillanes telah melakukan hubungan dengan pihak komunis untuk menyingkirkan dirinya.

"Saya mendapat laporan itu dari negara lain yang bersimpati terhadap pemerintahan kami," beber mantan Wali Kota Davao itu. (New York Times/Russian Today)

Berita ini telah tayang di Kompas.com dengan judul Duterte Persilakan Militer Memberontak jika Tak Suka Dipimpin Olehnya

Editor: Agoes Sumarwah
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help