Kritik Pemerintahan Mahathir, Najib Razak: Saya Tidak Lagi Jadi PM, Tapi Mengapa Ringgit Masih Lemah

Mantan Perdana Menteri Malaysia, Najib Razak mengkiritik Partai Pakatan Harapan (PH)

Kritik Pemerintahan Mahathir, Najib Razak: Saya Tidak Lagi Jadi PM, Tapi Mengapa Ringgit Masih Lemah
Istimewa
Mantan Perdana Menteri Malaysia Najib Razak 

TRIBUNBATAM.id –  Mantan Perdana Menteri Malaysia, Najib Razak mengkiritik Partai Pakatan Harapan (PH)  atas kegagalan pemerintah saat ini untuk meningkatkan nilai ringgit.

Najib Razak mengatakan salah satu klaim yang digunakan sebelum pemilihan umum ke-14 awal tahun ini adalah jika Partai Barisan Nasional (BN) tidak berkuasa lagi, ringgit akan naik.

“Sebelum pemilihan umum ke- 14, para pemimpin PH mengatakan Najib keluar, ringgit akan meningkat. Aneh saya sudah keluar selama empat bulan tetapi ringgit menurun, ”kata Najib dalam posting Facebook hari ini yang dilansir dari themalaysianinsight, Rabu (12/9/2018).

Mantan menteri keuangan itu menambahkan meskipun semua tuduhan dilemparkan terhadap pemerintahannya, BN  berhasil menjaga ringgit kompetitif.

Najib juga menekankan tidak seperti Perdana Menteri Dr Mahathir Mohamad yang mematok ringgit selama masa jabatan pertamanya di tahun 1998, ia tidak akan melakukannya karena akan menghambat pertumbuhan ekonomi Negara.

"Saya tidak mengambil langkah itu karena saya mempertimbangkan investasi asing dan daya saing ekspor yang turun ketika ringgit dipatok selama era Dr Mahathir," katanya.

Setelah itu, pertumbuhan dari tahun 2000 hingga Dr Mahathir pensiun pada tahun 2003 adalah lemah.

"Faktanya adalah ketika saya menjabat sebagai menteri keuangan dan PM, ringgit hanya turun dari RM3,75 menjadi RM3,85 dan saya dianggap gagal," kata Najib.

Mantan presiden Umno ini  juga menunjukkan kurangnya stabilitas ringgit sejak PH mengambil alih.

“Meskipun harga minyak meningkat hingga US $ 78 per barel sekarang, ringgit masih belum stabil dan turun 30 sen menjadi RM4,15 sekarang.

"Kekhawatiran saya adalah jika harga minyak dunia turun drastis, ringgit akan sangat terpengaruh," kata Najib

Penulis: Rio Batubara
Editor: Rio Batubara
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved