Operasi Rahasia, Kopassus Pukul Mundur Belanda Berkat Strategi 'Kucing-kucingan' Benny Moerdani

Operasi rahasia ini digagas Mayor Benny Moerdani yang kala itu masih berumur 29 tahun.

Operasi Rahasia, Kopassus Pukul Mundur Belanda Berkat Strategi 'Kucing-kucingan' Benny Moerdani
Benny Moerdani 

Menurut Ben Mboi, Benny Moerdani memakai strategi kucing-kucingan kala itu.

"Kalau bertemu, ya bertempur. Kalau tidak, ya kucing-kucingan," kata ben Mboi.

 Strategi ini terbukti berhasil. Menurut Ben, Pasukan Naga diterjunkan bukan untuk perang melainkan sebagai umpan. Tujuannya agar konsentrasi pasukan Belanda yang ada di Biak terpecah.

Serangan dua kapal motor ternyata hanya awal untuk Benny. Seminggu kemudian, saat ia dan pasukan Kopassus sedang istirahat di Sungai Kumbai, Marinir Belanda kembali menyerbu.

Benny tak pernah menduga bakal terjadi pertempuran jarak dekat itu. Ia pun hampir tewas saat rompi rimbanya tertembak.

Operasi Naga berakhir pada 15 Agustus 1962 setelah adanya New York Agreement. Saat itu Amerika Serikat memaksa Belanda menyerahkan Irian barat ke Indonesia. Belanda menyerah karena merasa tidak akan menang bila bertempur melawan Indonesia di Papua.

Adapun korban gugur Operasi Naga adalah sebanyak 36 orang dan 20 lainnya hilang. Jumlah itu di bawah perkiraan awal. Sebelumnya, Mayor Jenderal Soeharto sempat berkata bahwa pasukan Operasi Naga diperkirakan gugur 60 persen dan kembali 40 persen.

Operasi yang semula mustahil itu pun akhirnya berbuah manis. Setelah adanya perjanjian gencatan senjata, seluruh Pasukan Naga masuk secara terbuka ke Kampung Kuprik, Merauke.

Di kampung itulah Ben Mboi akhirnya bisa bertemu lagi dengan Benny Moerdani setelah terpisah di hutan lebih dari dua bulan.

Untuk mengenang keberhasilan Operasi Naga dalam merebut Irian Barat, patung Benny Moerdani dan parasutnya dibuat di kampung tersebut pada tahun 1987.

Dalam prasasti itu tertulis:

"Di sini daerah penerjunan dalam rangka pembebasan Irian Barat yang dipimpin oleh Mayor L. Benny Moerdani pada tanggal 4 Juni 1962. Terima kasih atas perhatian masyarakat dan pemerintah daerah tingkat II. Persembahan masyarakat pada Pemda 2 Oktober 1989."

Sumber: Buku Benny Moredani Yang Belum Terungkap (Kepustakaan Populer Gramedia bekerja sama dengan Majalah Tempo)

Editor: Rio Batubara
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help