Rumah Pak Eko Terkepung Bangunan Tetangga, Ini 4 Fakta Dibalik Kasus Tersebut

Kasus terkepungnya rumah eko karena bangunan tetangga belakangan ramai diberitakan media. Ini 4 fakta dibaliknya.

Rumah Pak Eko Terkepung Bangunan Tetangga, Ini 4 Fakta Dibalik Kasus Tersebut
tribunjabar/syarif pulloh anwari
Rumah milik Eko Purwanto yang terkepung 

Melihat jalan masuk rumah akan tertutup tetangganya, Eko pun mencoba menawarkan rumah sebagian tanahnya kepada pembeli tanah di depannya. Saat itu Eko mematok harga Rp 10 juta rupiah per meter perseginya. Namun usaha itu gagal. Pemilik tanah tidak tertarik untuk mengambil tawaran Eko. Eko pun hanya bisa gigit jari dan melihat tetangga barunya membangun rumah tepat di depan rumahnya.

3. Eko mengadu ke BPN Kota Bandung Tahun 2017

Eko memberanikan diri untuk mengadu ke BPN Kota Bandung. BPN segera merespons dan mencoba mengukur tanah milik Eko. Setelah itu, BPN mengeluarkan Surat Berita Acara Personal yang berisi, rumah Eko harus diberi akses jalan. Entah mengapa, hingga saat ini Eko masih saja belum menemukan jalan kembali pulang ke rumahnya sendiri. Diduga kuat, ada permasalahan pribadi antara Eko dan tetangganya tersebut.

4. Tanggapan Wali Kota Bandung

Kasus Eko kehilangan jalan pulang ke rumah pun menjadi pemberitaan media. Pelaksana tugas Wali Kota Bandung, Oded M Danial, angkat bicara. Oded mengatakan, akan segera meminta jajarannya untuk mengecek dan mencari akar permasalahan Eko Purwanto tersebut.

“Saya sudah diskusikan di rapim (rapat pimpinan) dan memerintahkan camat dan lurah untuk mengecek langsung ke rumah tersebut,” kata Oded saat dihubungi Kompas.com melalui ponselnya, Selasa (11/9/2018). Oded pun menduga ada permasalahan pribadi antara Eko dan tetangganya tersebut sehingga membuat permasalahan nenjadi rumit.

“Sepertinya ada masalah antara pemilik rumah dan tetangganya. Nanti camat dan lurah komunikasi di sana untuk mencari solusi,” katanya. (*)

*Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "4 Fakta di Balik Kasus "Eko Tak Punya Jalan ke Rumah"

Editor: Tri Indaryani
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved