Rumah Pak Eko Terkepung Tembok Tetangga, Selama 1,5 Bulan Terpaksa Lompat Tembok saat Keluar

Selama 1,5 bulan, Eko yang rumahnya terkepung bangunan tetangga terpaksa harus melompat tembok.

Rumah Pak Eko Terkepung Tembok Tetangga, Selama 1,5 Bulan Terpaksa Lompat Tembok saat Keluar
tribunjabar/syarif pulloh anwari
Rumah milik Eko yang terkepung 

TRIBUNBATAM.id, BANDUNG - Eko Purnomo terpaksa meninggalkan rumahnya sendiri di Kampung Sukagalih, Desa Pasirjati, Kecamatan Ujungberung, Kota Bandung, karena tak punya akses jalan akibat terhalang tembok rumah tetangga.

Ia sudah meninggalkan rumahnya sejak tahun 2016 lalu.

Saat ditemui Kompas.com di rumah kontrakannya di di Cikoret, Pasangrahan, Ujungberung, Kota Bandung, Selasa (11/9/2018), Eko menceritakan, saat itu ketika rumah tetangganya masih dalam proses pembangunan, ia dan keluarganya masih bertahan di rumah.

Selama 1,5 bulan, Eko dan keluarganya harus memanjat dinding tembok rumah tetangganya yang membenteng akses keluar masuk ke rumah.

Setelah rumah tetangganya diberi atap, Eko dan keluarganya pun tak bisa memanjat dinding tembok. Ia pun terpaksa angkat kaki dan menyewa rumah kontrakan untuk sekadar berlindung atau pun istirahat.

Baca: Rumah Eko Terkepung Bangunan Tetangga, Ini 4 Fakta Dibalik Kasus Tersebut

Baca: Hunian Dikepung Rumah Tetangga, Tak Ada Jalan Keluar Masuk Rumah. Pemilik Kebingungan

Baca: Semua Akses Masuk Rumah Eko Ditutup Rumah Tetangga, Ini Tindakan Walikota Bandung

Padahal, Eko sudah sekitar 8 tahun tinggal di rumah itu, namun kini harus terusir.

“Selama 1,5 bulan kemudian barulah saya disuruh pindah, mau gimana lagi karena gak ada akses jalan, padahal rumah saya baru dicat. Sakit hati. Saya keluarnya ya loncat-loncat tembok saja, begitupun pas pindahin barang. Meski begitu ada beberapa barang punya adik saya masih tersisa di dalam,” tuturnya.

Hingga sampai saat ini, Eko mengaku tidak tahu alasan tetangganya tega menutup akses jalan menuju rumahnya itu.

Meski begitu, Eko enggan menyalahkan siapapun. Dia hanya berharap pemerintah memberikan perhatian dan mengembalikan akses jalan menuju rumahnya itu.

Sebab, selama ini Eko memiliki surat dan setifikat rumah serta mengikuti aturan pemerintah soal kepemilikan rumah.

“Ya, sekarang mah saya sudah ikuti peraturan pemerintah, kemudian saya balikin lagi saja sama pemerintah, namun seakan menutup mata, padahal saya berharap ada perhatian dan solusinya,” katanya. (*)

*Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Akses Jalan Tertutup Tetangga, Eko Panjat Dinding Tembok demi Keluar Rumah"

Editor: Tri Indaryani
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved