Terpaksa Kontrak Rumah, 2 Tahun Pak Eko Terusir dari Rumah Sendiri Akibat Jalan Tertutup Tetangga

Rumah Eko dikepung. Eko pun terpaksa harus meninggalkan rumahnya sejak tahun 2016 dan menyewa rumah kontrakan tak jauh dari kediamannya itu

Terpaksa Kontrak Rumah, 2 Tahun Pak Eko Terusir dari Rumah Sendiri Akibat Jalan Tertutup Tetangga
Tribun Jabar/ Syarif Pulloh Anwari
Pemilik rumah yang terkurung bangunan, Eko Purnomo bersama adiknya, Bagus 

TRIBUNBATAM.ID, BANDUNG-“Mencari keadilan”, kata-kata itu kerap didengungkan Eko Purnomo (37) saat mengobrol dengan Kompas.com di rumah kontrakannya di Cikoret, Pasangrahan, Ujungberung, Kota Bandung, Selasa (11/9/2018) siang tadi.

Sudah tiga tahun Eko berjuang mengembalikan hak akses jalan keluar masuk menuju rumahnya yang bertempat di Kampung Sukagalih, Desa Pasir Jati, Kecamatan Ujung Berung, Kota Bandung, Jawa Barat.

Bagaimana tidak, jalan satu-satunya akses menuju rumahnya tersebut kini hilang lantaran tertutup rumah tetangganya.

Baca: Beginilah Awal Mula Rumah Pak Eko Dikepung Bangunan Tetangga hingga Penghuni Angkat Kaki

Baca: Setelah Dibubarkan, Inilah Alasan Banyak Anggota Tjakrabirawa Kabur ke Thailand Jadi Biksu-Petani

rumah pak eko
rumah pak eko (KOLASE)

Baca: Ingat Inilah Syarat yang Harus Dipenuhi Jelang Pendaftaran CPNS di sscn.bkn.go.id

Baca: Kisah Mauro, Minum Darah Kelelawar dan Urine Sendiri Demi Bertahan Hidup Selama 9 Hari di Gurun

Rumah Eko dikepung. Eko pun terpaksa harus meninggalkan rumahnya sejak tahun 2016 dan menyewa rumah kontrakan tak jauh dari kediamannya itu.

Padahal, Eko sempat tinggal di rumah itu bersama istrinya sejak tahun 2008 “Iya saya kontrak di sini,” kata eko.

Eko kemudian menceritakan kisah rumahnya yang kini terkepung rumah tetangga.

Tanah yang kini dibangun rumahnya itu dibeli orangtuanya sejak tahun 1982. Sedangkan sertifikat rumah didapatkannya pada tahun 1998.

Setahun kemudian, tepatnya tahun 1999, Eko kemudian membangun sebuah rumah dengan lebar dan luas sekitar 76 meter persegi di tanah tersebut.

Pembangunan pun berjalan lancar. “Namun entah bagaimana pada tahun 2016 lalu kejadian ini mulai terjadi, rumah saya mulai terjepit karena ada pembangunan rumah lainnya yang menutup akses jalan, rumah saya terkepung,” tuturnya.

Eko Purnomo (37) tengah memperlihatkan surat sertikat rumah saat ditemui di rumah kontrakannya
Eko Purnomo (37) tengah memperlihatkan surat sertikat rumah saat ditemui di rumah kontrakannya (KOMPAS.com/AGIEPERMADI)

Menurut Eko, sebelumnya rumahnya masih memiliki akses jalan yang luas. Namun kondisi itu kini berubah setelah ada warga yang membeli tanah tepat di depan dan samping kiri rumahnya.

Tanah kosong itu pun akhirnya dibangun rumah dan menutup akses jalan menuju rumah Eko.

“Rumah di belakang, samping kanan saya itu memang sudah ada sejak dulu, tapi anehnya bangunan yang depan dan kiri ini dibeli orang dan dibangun bersamaan.

Dibangunnya kalau tidak salah pada awal tahun 2016,” ujarnya. Memang, lanjutnya, sebelum ada pembangunan, ketua RT setempat sempat mendatangi rumahnya dan menginformasikan bahwa jalan akses menuju rumahnya tersebut bakal tertutup.

Bahkan sempat ada pertemuan antara pihak terkait untuk mencari solusi persoalan itu, namun berakhir tanpa solusi alias deadlock.

Bahkan Eko pun sempat menawar beberapa meter lahan milik tetangga yang akan membangun rumah di depan dan samping kiri rumahnya itu untuk kepentingan akses jalan keluar masuk.

Saat itu Eko menawar dengan harga Rp 10 juta untuk membeli lahan sepanjang 21 meter dengan lebar setengah meter. Namun penawaran ditolak karena pemilik lahan menilai harga tersebut kurang cocok.

“Kalau dihitung dengan sertifikat dari dia dibebankan ke saya, kalau dihitung ya ada lah habis 167 juta,” katanya. (*)

Berita ini telah tayang di Kompas.com dengan judul 2 Tahun Eko Terusir dari Rumahnya gara-gara Akses Jalan Tertutup Tetangga (1)

Editor: Agoes Sumarwah
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help