BATAM TERKINI

Belum Ada Kejelasan Gaji Dibayar, Karyawan PT Nagano Drilube Indonesia, Rela Nginap di Perusahaan

Sampai saat ini belum ada kejelasan sama sekali terhadap nasib kami disini. Sudah hampir seminggu kami standby di perusahaan ini menjaga aset

Belum Ada Kejelasan Gaji Dibayar, Karyawan PT Nagano Drilube Indonesia, Rela Nginap di Perusahaan
TRIBUNBATAM/ALFANDI SIMAMORA
Karyawan PT Nagano Drilube Indonesia di lokasi perusahaan sambil membawa anak-anak, menunggu kejelasan nasib mereka, Kamis (13/9/2018) 

TRIBUNBATAM.id, BATAM-Sudah Sepekan lebih 54 Karyawan PT Nagano Drilube Indonesia tidak terima kejelasan gaji bulan Agustus 2018. Ini akibat ditinggal General Manager PT Nagano Drilube Indonesia, Futakata San.

Dari 5 September 2018 sampai hari ini, belum ada informasi pembayaran gaji. Baik itu dari Disnaker Kota Batam, BP Batam dan dari pemilik Perusahaan.

"Sampai saat ini belum ada kejelasan sama sekali terhadap nasib kami disini. Sudah hampir seminggu kami standby di perusahaan ini menjaga aset sembari menunggu hak kami dibayarkan," kata Ketua Pimpinan Unit Kerja (PUK) PT Nagano Drilube Indonesia, Sari Astuti, Kamis (13/9/2018).

Dia juga memberitahu, bahwa 54 karyawan ini secara bergantian berjaga- jaga di perusahaan. Dimana yang wanita shift pagi dan pria shift malam.

"Kita bergantian jaga disini, dan untuk makan, kita masak disini," katanya.

Baca: PT Nagano Drilube Indonesia Tutup dan Pemilik Kabur, Ini Kata BP Batam

Baca: PT Nagano Drilube Indonesia Tutup, Dewan Sesalkan Tidak Ada Pengawasan BP Batam dan Pemko Batam

Baca: Terlilit Utang hingga Soal Pesangon, Kadisnaker Ungkap Kasus Tutupnya PT Nagano Drilube Indonesia

Dia memberitahukan, bahwa Kadisnaker Kota Batam, BP Batam dan dari Polda sudah turun melihat kondisi karyawan dan perusahaan yang di tinggal pergi oleh General Manager PT Nagano Drilube Indonesia Futakata San. Namun hasilnya belum ada sama sekali.

"Sampai saat ini nasib kami masih belum ada kejelasan, ya mudah-mudahan pihak pemilik perusaahan yang ada di Jepang bisa segera menanggapi kami disini. Karena kami masih berkomunikasi dengan pihak perusahaan di Jepang," katanya.

Pantaun Tribun dilapangan, sejumlah karywan wanita berjaga di perusahaan terlihat membawa anak-anaknya. Selain itu, sejumlah karyawan lainnya terlihat masak di lokasi perusahaan tempat mereka bekerja sebelumnya.

"Beginilah mas kondisinya, kami terpaksa bawa anak-anak kami kemari dan memasak disini, habis kami bergantian jaganya,"jelas salah satu karyawan yang sudah berkeluarga.(als)

Penulis: Alfandi Simamora
Editor: Zabur Anjasfianto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help