TANJUNGPINANG TERKINI

Kutuk Penegak Hukum dan Politisi, Amriullah : Demi Allah Saya Dizolimi

"Sebaliknya kepada yang mendzolimi saya, entah itu Jaksa, Polisi, Politisi dan hakim dilaknat di adzab oleh tuhan," katanya.

Kutuk Penegak Hukum dan Politisi, Amriullah : Demi Allah Saya Dizolimi
TRIBUNBATAM.id/Wahib Wafa
Raja Amirullah Dalam pemeriksaan di ruang tindak Pidana khusus Kejati Kepri, Kamis ( 13/9/2018) 

TRIBUNBATAM.id, TANJUNGPINANG-Luapan kekesalan dan ketidak puasan Raja Amirullah terlampiaskan di depan wartawan. Ia menyebutkan dirinya didzolimi dalam kasus tersebut. Bahkan ia berani bersumpah dan mengutuk orang yang mendzoliminya.

"Demi AllAh, saya bersumpah jika ada secuil pun kesalahan dalam kasus ini, anak saya, istri saya, cucu saya dan semua keluarga saya diberikan adzab oleh tuhan," kata Raja Amirullah diminta tanggapannya usai keluar dari Ruangan tindak Pidana khusus menuju mobil tahanan yang akan membawa ke Lapas batu 18.

"Sebaliknya kepada yang mendzolimi saya, entah itu Jaksa, Polisi, Politisi dan hakim dilaknat di adzab oleh tuhan," katanya.

Lebih lanjut dia menyebutkan apa yang disalahkan kepadanya oleh penegak hukum lantaran tidak menerbitkan SK Tim 9. Sementara menurut dia penerbitan SK Tim 9 telah ada dan diterbitkan oleh Daeng Rusnadi (bupati sebelumnya).

Atas kasus itu yang bersangkutan dikenakan denda Rp 200 juta yang sesuai putusan MA (Makamag Agung). Denda itu sudah lunas dibayarkan secara tunai.

Baca: Hadirkan Artis Ibukota di Pesta Jubileum 115 tahun Injil Simalungun GKPS distrik VI, Ini Jadwalnya

Baca: Mantan Bupati Natuna Raja Amirullah Segera Dieksekusi

Baca: Hari Ini, Kajati Kepri Eksekusi Raja Amirullah ke Lapas Tanjungpinang

"Versi saya seperti itu. Saya disalahkan karena tidak menerbitkan SK itu. Tapi itu kan sudah ada sejak Daeng. Sementara penegak hukum tidak menerima alasan itu," ungkapnya.

Seperti diketahui tim 9 ini merupakan pembentukan tim dalam membebaskan lahan warga yang akan digunakan untuk jalan menuju DPRD. Ia mengaku sakit hati karena kelebihan pembayaran yang hanya Rp 127 juta namun ia masuk penjara.

"Saya ini dituduh melakukan tindakan yang merugikan negara Rp 127 juta. Tapi lihat saya juga yang selama ini ikut membantu tindak korupsi. Saya ini sempat mengembalikan uang Rp 400 juta dari orang yang melakukan korupsi. Saya bawa dan laporkan, tapi sampai saat ini proses hukumnya tidak berjalan," katanya.

Menurutnya kebaikan yang ia lakukan dalam membantu memerangi tindak Pidana korupsi dapat menjadi sisi baiknya dibandingkan kerugian negara Rp 127 juta. Terlebih lagi tindak Pidana korupsi ia selama menjadi Bupati juga ikut membantu memerangi korupsi dengan melaporkan dan menyerahkan uang Rp 400 juta atas kasus korupsi.

"Tapi tidak jalan proses hukumnya," katanya yang tidak menyebutkan uang Rp 400 juta diserahkan ke mana.(wfa)

Penulis: Wahib Wafa
Editor: Zabur Anjasfianto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help