Oknum Polisi Diduga Lakukan Kekerasan Terhadap Siswa SMK Swasta di Batam, Ini Kata Polri

Oknum polisi di Batam diduga melakukan tindak kekerasan terhadap siswa SMK swasta di Batam.

Oknum Polisi Diduga Lakukan Kekerasan Terhadap Siswa SMK Swasta di Batam, Ini Kata Polri
Facebook/Erry Syahrial
Siswa SPN Dirgantara yang diduga ditahan oleh pihak sekolah karena dituduh mencuri 

TRIBUNBATAM.id, JAKARTA - Kepala Divisi Humas Polri Irjen (Pol) Setyo Wasisto mengatakan, Polri masih mengonfirmasi dugaan praktik tindak kekerasan ala militer di salah satu SMK swasta di Batam, Kepulauan Riau, ke kepolisian setempat.

"Kita masih konfirmasi ke (kepolisian) Batam. Saya mohon waktu. Nanti kita ekspose lagi," kata Setyo di Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian (PTIK), Jakarta, Kamis (13/9/2018) siang.

Ia menuturkan, Polri terlebih dulu mengumpulkan fakta-fakta yang ada guna melihat peristiwa ini lebih jernih.

"Karena kita harus dapat fakta-faktanya dulu. Karena ini kan infonya udah beredar di mana-mana, tapi saya belum dapat laporannya" kata dia.

Terkait ancaman sanksi, Setyo menegaskan, hal itu bergantung pada ekspose peristiwa tersebut.

Baca: Siswa Diborgol karena Dituduh Mencuri, Kadisdik Kepri Akan Lakukan Ini

Baca: Hari Ini Tarif PPh Impor Terbaru Berlaku. Tarif 1.147 Barang Konsumsi Impor Naik hingga 10 Persen

Baca: 6 Fakta Tewasnya Ela Nurhayati, Pegawai Bank Ditemukan Bersimbah Darah di Ruang Tamu

"Ya, nanti kita lihat ya," ujarnya.

Sebelumnya Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) menemukan praktik tindak kekerasan ala militer di sebuah SMK swasta di Batam, Kepulauan Riau.

Bahkan, sekolah tersebut juga memiliki sel tahanan untuk menghukum para muridnya.

Komisioner KPAI Bidang Pendidikan Retno Listyarti mengatakan, ini kali pertama KPAI menemukan kasus seperti ini.

"KPAI dan KPPAD Kepulauan Riau (Kepri) menerima laporan mengejutkan terkait adanya siswa yang dimasukkan dalam sel tahanan di sebuah SMK swasta di Batam," kata Retno saat konferensi pers di Kantor KPAI, Jakarta Pusat, Rabu (12/9/2018).

Halaman
12
Editor: Tri Indaryani
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help