TANJUNGPINANG TERKINI

KJRI Pulangkan TKI Ilegal Melalui Pelabuhan Sri Bintan Pura, Ini Jumlahnya

Iya ada pemulangan sebanyak 138 dari Johor Malaysia. Ada 47 perempuan sisanya laki-laki. Mereka kebanyakan tidak memiliki izin

KJRI Pulangkan TKI Ilegal Melalui Pelabuhan Sri Bintan Pura, Ini Jumlahnya
Tribunnews
Ilustrasi TKI 

TRIBUNBATAM.id, TANJUNGPINANG-Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) di Malaysia kembali memulangkan TKI Indonesia melalui pelabuhan Sri Bintan Pura (SBP), Kamis (13/9/2018) sekitar pukul 18.00 WIB.

Setidaknya ada 138 orang TKI bermasalah dipulangkan. Para TKI ini miliki beberapa masalah mula dari dokumen hingga tidak betah berada di Malaysia.

Chairuly selaku supervisor pemeriksaan Imigrasi pelabuhan SBP Tanjungpinang membenarkan bahwa pihaknya telah menerima TKI dari pemulangan oleh KJRI Malaysia menggunakan fery MV Telaga Ekspres ke Pelabuhan SBP Tanjungpinang.

"Iya ada pemulangan sebanyak 138 dari Johor Malaysia. Ada 47 perempuan sisanya laki-laki. Mereka kebanyakan tidak memiliki izin atau dokumen yang sah. Ada juga yang tidak mengurus permit. Macam-macam masalahnya," katanya dikonfirmasi Jumat (14/9/2018).

Baca: KPU Anambas Akhirnya Coret 175 Pemilih Dalam DPT. Ternyata Ini Permasalahannya

Baca: Hebat! Anak Suku Laut di Siantan Selatan Lolos Seleksi Bintara TNI AD. Ini Sosok Orang yang Membantu

Baca: Dishub Segera Sosialisasikan Parkir Drop Off 15 Menit tak Dipungut Biaya

Modus para TKI ini menggunakan paspor pelancong atau wisata, namun disana justru bekerja. Mereka juga telah menjalani masa kurungan hukuman akibat memiliki sejumlah masalah.

Kordinator Pemulangan Warga Negara Indonesia Migran Korban Perdagangan Orang Kemensos, Piter Matakena, mengatakan mereka akan segera dipulangkan ke kampung halamannya.

"Segera dipulangkan menunggu perintah dari pemerintah pusat. Mereka sebagaian besar dari daerah Jawa, Medan, Lombok dan Aceh,"ujar Piter dikonfirmasi.

Saat ini mereka berada di Rumah Perlindungan Trauma Center (RPTC) Kementrian Sosial RI di Tanjungpinang.(wfa)

Penulis: Wahib Wafa
Editor: Zabur Anjasfianto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help