Anambas Terkini

KPU Anambas Akhirnya Coret 175 Pemilih Dalam DPT. Ternyata Ini Permasalahannya

Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Kepulauan Anambas mencoret 175 pemilih dari Daftar Pemilih Tetap (DPT)

KPU Anambas Akhirnya Coret 175 Pemilih Dalam DPT. Ternyata Ini Permasalahannya
tribunnews batam/yahya
Ilustrasi. Rapat pleno terbuka KPU Kabupaten Karimun tentang Rekapitulasi Daftar Pemilih Tambahan -1 atau DPTb-1. 

TRIBUNBATAM.id, ANAMBAS - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Kepulauan Anambas mencoret 175 pemilih dari Daftar Pemilih Tetap (DPT).

Langkah ini dilakukan terkait tindaklanjut adanya temuan pemilih ganda yang disampaikan Bawaslu Kabupaten Kepulauan Anambas yang mencapai 1.098 pemilih.

Baca: Mencengangkan Bawaslu Temukan 10 Ribu Pemilih Ganda Masuk di DPT Kota Batam. Ini Kata KPU Batam

Baca: Bawaslu Batam Klaim Temukan 10 Ribu Pemilih Ganda di DPT Batam, Begini Penjelasan Nopialdi

Baca: Berita Acara DPT Pemilu 2019 Baru Diserahkan, Begini Penjelasan KPU Kepri

Jufri Budi Ketua KPU Kabupaten Kepulauan Anambas mengatakan, sebelum rapat pleno mengenai Daftar Pemilih Tetap Hasil Perbaikan dilakukan, pihaknya mensortir terlebih dahulu daftar pemilih selama dua hari berturut-turut sejak Rabu (12/9/2018) kemarin.

Pihaknya tidak mengelak, perlunya kehati-hatian dalam pensortiran data pemilih ini. Ini dikarenakan perlunya kecermatan termasuk menyesuaikan dengan Daftar Pemilih Penduduk Pemilih Potensial Pemilu (DP4) Kementrian Dalam Negeri.

"Kami baru bisa plenokan pada pukul 00.30 WIB. Rapat pleno itu juga disaksikan PPK, PPS, Bawaslu dan perwakilan partai politik," ujarnya Jumat (14/9/2018).

Dengan adanya perubahan Daftar Pemilih Tetap ini, jumlah DPT yang sebelumnya mencapai 30.748 pemilih, kini menjadi 30.303 pemilih.

Ia kemudian menjelaskan, dalam proses verifikasi, memang ditemui Nomor Induk Kependudukan (NIK) yang sama, namun dengan orang yang berbeda. Hal ini pun, menurutnya juga diperoleh pada data DP4 dari Kemendagri.

Pihaknya pun memfokuskan pada data pemilih yang ganda hingga empat sampai lima orang. Tidak hanya itu, meskipun NIK yang berbeda namun memiliki kesamaan nama dan tempat tanggal lahir sama, menurutnya juga dihapus oleh KPU.

"Indikasi kegandaan ini memang memerlukan verifikasi faktual ke lapangan. Data pemilih tetap hasil perubahan ini, selanjutnya akan kami bawa ke KPU Provinsi Kepri untuk diplenokan di sana. Sesuai jadwal, proses pleno direncanakan pada Jumat (14/9) malam ini untuk selanjutnya dibawa ke KPU Pusat," ungkapnya.(*)

Penulis: Septyan Mulia Rohman
Editor: Ucu Rahman
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help