PEMILU 2019

Mantan Koruptor Boleh Nyaleg, Bawaslu Minta KPU Segera Laksanakan Putusan MA

Dalam putusan MA itu, mantan narapidana kasus korupsi diperbolehkan untuk mendaftarkan diri sebagai calon legislatif.

Mantan Koruptor Boleh Nyaleg, Bawaslu Minta KPU Segera Laksanakan Putusan MA
TRIBUNBATAM/ISTIMEWA
Anggota Bawaslu RI, Fritz Edward Siregar 

TRIBUNBATAM.id, JAKARTA-Anggota Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) RI Fritz Edward Siregar meminta Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI segera melaksanakan putusan Mahkamah Agung (MA) yang membolehkan mantan narapidana kasus korupsi mencalonkan diri menjadi anggota legislatif.

Dalam putusan MA itu, mantan narapidana kasus korupsi diperbolehkan untuk mendaftarkan diri sebagai calon legislatif.

Pasal 4 ayat (3), Pasal 7 huruf g Peraturan Komisi Pemilihan Umum (PKPU) Nomor 20 Tahun 2018 tentang Pencalonan Anggota DPR dan DPRD Kabupaten/kota dan Pasal 60 huruf j Peraturan KPU Nomor 26 Tahun 2018 tentang Pencalonan Anggota DPD sudah dibatalkan MA.

"Putusuan MA itu silahkan dilaksanakan KPU RI," kata Fritz Edward Siregar, Jumat (14/9/2018).

Baca: Mantan Koruptor Boleh Nyaleg, KPU Tunggu Putusan Resmi Makamah Agung

Baca: Makamah Agung Bolehkan Mantan Koruptor Nyaleg, Ini Pertimbangannya

Baca: KPU Anambas Akhirnya Coret 175 Pemilih Dalam DPT. Ternyata Ini Permasalahannya

Sementara itu, Partai Gerindra menghormati keputusan MA yang dalam vonisnya memperbolehkan eks narapidana koruptor mencalonkan diri menjadi calon anggota legislatif.

"Kita ikut hormati proses hukum yang sedang berlaku, bahwa kemudian ini menjadi kontraproduktif karena ada (caleg) yang sudah kita keluarkan dari daftar, bagi yang belum lanjut saja,"ujar Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Sufmi Dasco Ahmad saat dihubungi Tribun kemarin malam.

Kendati demikian kata Dasco, KPU harus segera menyikapi keluarnya putusan MA tersebut. Adanya gugatan terhadap Peraturan KPU harus dijadikan pelajaran untuk lembaga penyelenggara pemilu tersebut agar ke depan aturan-aturan yang dibuat tidak digugat lagi.

"KPU silakan bersikap, yang saya sayangkan dari KPU adalah soal produk-produk aturannya. Agar nantinya produknya yang dibuat lebih matang lagi, jangan hanya buat pencitraan, kalau begini kasihan Bawaslu, kalau bikin produk (aturan) yang jelas dan benar,"ujar Dasco.(Tribun Network/fel/gle/fik/ryo/wly/ham)

Editor: Zabur Anjasfianto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help