BATAM TERKINI

Pendemo Tuding Kasipidum Kejari Batam Pilih Kasih Terdakwa Kasus BCC. Ini Tuntutan Massa

Kami minta tuntutan jaksa penuntut umum segera dibacakan di persidangan. Dan meminta hukuman yang seadil-adilnya bagi terdakwa Tjipta Fudjiarta

Pendemo Tuding Kasipidum Kejari Batam Pilih Kasih Terdakwa Kasus BCC. Ini Tuntutan Massa
TRIBUNBATAM
Para pendemo menuntut Kasi Pidum Kejari Batam untuk tidak pilih kasih terhadap terdakwa kasus BCC Hotel 

TRIBUNBATAM.id, BATAM–Kasus terdakwa penipuan saham BCC Hotel Tjipta Fudjiarta hingga kini belum diputuskan juga. Kasus yang sudah masuk di Pengadilan Negeri Kelas IA Batam sejak Senin 5 Maret 2018 masih terus proses persidangan. Proses persidangan saat ini sekitar enam bulan lamanya.

Setiap kali sidang, Tjipta Fudjiarta tidak mengenakan baju tahanan. Karena tidak ditahan seperti terdakwa lain. Tjipta Fudjiarta selama ini datang ke Pengadilan Negeri Batam untuk persidangan menggunakan mobil pribadinya, bersama pengacara dan beberapa anggota keluarga dan kerabat.

Kendati, pihak Conti Chandra yang menjadi lawan Tjipta Fudjiarta dalam kepemilikan saham it uterus mempertanyakan keistimewaan yang diberikan jaksa.

Dinilai ada ketidakadilan dalam prose situ, ratusan massa yang mengatasnamakan diri mereka tergabung dalam Ormas, Paguyuban, LSM, Ormas dan OKP yang disingkat OPLO) Kota Batam di halaman Kejaksaan Negeri (Kejari) Batam, Jumat (14/9/2018) pagi menyeruduk kantor korps Ahdhyaksa itu di Batam Center.

Baca: TunaiKita Hadir di Batam, Pinjam Uang Cukup Pakai Aplikasi . Ini Keunggulannya  

Baca: Hilangnya Plat Baja, Kepala Dinas PU Mangkir Panggilan Polda Kepri, Ini Alasannya

Baca: TunaiKita Hadir di Batam, Pinjam Uang Cukup Pakai Aplikasi . Ini Keunggulannya  

Massa membawa berbagai poster yang berisikan tuntutan mereka kepada Kasipidum Kejari Batam Filpan Fajar Dermawan Laia.

Satu diantara bunyi poster itu adalah  Kasipidum Batam Jangan Permainkan Hukum. Selain menuding Kasipidum juga menuding Kejari Batam Roch Adi Wibowo yang diduga sengaja memperlambat dan mempermainkan hukum bagi terdakwa. Massa meneriakan terus, mereka meminta keadilan.

“Kami minta tuntutan jaksa penuntut umum segera dibacakan di persidangan. Dan meminta hukuman yang seadil-adilnya bagi terdakwa Tjipta Fudjiarta,” ujar orator Eduard Kamaleng saat itu.

Sementara itu, Filpan Laia saat menemui pendemo mengatakan, kasus itu mereka tidak tutup-tutupi. Hanya saja, masih proses persidangan.

“Kami tidak akan main-main dalam perkara ini. Mengingat perkara ini sudah cukup lama, maka untuk menghemat biaya dan murah, sesuai aturan hukum yang berlaku, perkara ini akan segera dipercepat, namun sampai saat ini kami masih menyusun tuntutan yang seadil-adilnya, dan kami tidak ada kepentingan dalam perkara ini," katanya.

Seperti diketahui, kasus hotel BCC yang terletak Baloi Batam itu telah lama terjadi. Kedua kubu, baik kubu Conti Chandra dan kubu Tjipta Fudjiarta saling klaim kepemilikan saham.

Gugat-menggugat di Pengadilan juga terjadi. Bahkan atas kasus itu, Conti Chandra menjadi terpidana karena dilaporkan kubu Tjipta Fudjiarta menggelapkan berkas. Tak tinggal diam, Conti pun melaporkan Tjipta Fudjiarta hingga saat ini menjadi terdakwa kasus penipuan atas saham.(bur)

Penulis: Zabur Anjasfianto
Editor: Zabur Anjasfianto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help