Ratusan Kasus Campak dan Rubella Terjadi di Kepri, Dinkes Beri Waktu Vaksin hingga 30 September

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kepualauan Riau Tjetjep Yudiana mendorong masyarakat untuk melakukan vaksinasi campak dan rubella.

Ratusan Kasus Campak dan Rubella Terjadi di Kepri, Dinkes Beri Waktu Vaksin hingga 30 September
tribun batam
Seorang murid mendapatkan imunisasi Measles dan Rubella (MR) di Sekolah Pelita Nusantara Tanjungpinang pada Rabu (1/8/2018) pagi. 

TRIBUNBATAM.id, BATAM - Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kepualauan Riau Tjetjep Yudiana mendorong masyarakat untuk melakukan vaksinasi campak dan rubella.

Kadinkes Provinsi Kepri, Tjetjep Yudiana mengatakan, terdapat ratusan kasus campak dan rubella yang terjadi di Kepulauan Riau.

"Dari data kami kasus campak dan rubella di Kepri selama 2 tahun (2017-2018) itu ada 200-an kasus. Sekarang memang sudah ada yang kena tapi belom menimbulkan penyebaran. Ada 38% yang terkena dampak campak dan rubella di seluruh Kepri. Paling parah itu Natuna yaitu 9%," ujarnya.

Tjetjep tetap menargetkan vaksinasi sesuai presentase awal. Beberapa upaya sudah di lakukan untuk mengejar ketertinggalan target vaksinasi.

"Target kita tetap 95%, kita mau turun terlalu jauh juga terhambat dana. Kalau untuk Batam pelaksanaannya sudah 40% lebih. Kita sudah berupaya dengan MUI, Dinas kesehatan kabupaten juga sudah turun.  Mendagri juga sudah mengeluarkan edaran anjuran vaksinasi, Menkes juga," katanya.

Baca: Vaksinasi MR Diperdebatkan, Ternyata 5 Kebiasaan Ini Bisa Sebabkan Campak dan Rubella

Baca: Dulu Berjaya, Kini Thailand Termasuk Negara Miskin. 4 Hal Ini Dituding Sebagai Penyebabnya

Baca: Setelah Perkosa Bule Cantik Asal Norwegia, Begini Pengakuan Pelaku Pada Polisi

Tetapi yang jadi persoalan itu masyarakat sudah terlanjur melakukan reject "Karena informasi haram itu," katanya.

Tjetjep kembali mendorong masyarakat, agar menimbulkan minat vaksinasi MR yang juga penting bagi masyarakat.

"Kita ketahui di beberapa daerah peningkatan kasus campak sudah terjadi, termasuk di Riau.
Kita khawatir kalau tanpa dukungan masyarakat untuk kembali minat vaksinasi apabila tidak didorong, resiko akan semakin besar. Batas vaksinasi MR sampai 30 September, ke beberapa sekolah juga sudah selesai.
Tetapi kalau ada sekolah yang mau, petugas juga akan turun ke sekolah tersebut," katanya. (*)

Penulis: Dewangga Rudi Serpara
Editor: Tri Indaryani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help