TANJUNGPINANG TERKINI

Sempat Kritis, Pelaku Percobaan Penculikan Anak Kini Sudah Siuman. Begini Kondisinya

Kondisinya sempat mengkhawatirkan akibat tidak mau makan makanya kita langsung bawa ke Rumah Sakit. Sampai sekarang juga masih tidak mau makan

Sempat Kritis, Pelaku Percobaan Penculikan Anak Kini Sudah Siuman. Begini Kondisinya
TRIBUNBATAM/WAHIB WAFA
Tukimin yang diamankan wara ke Polsek Bukit Bestari atas tuduhan percobaan penculikan, Rabu (12/9/2018) 

TRIBUNBATAM.id, TANJUNGPINANG-Ngatimin terduga pelaku penculikan yang diamankan warga beberapa waktu lalu, sempat mengalami masa kritis. Namun berkat penanganan medis secara maksimal, akhirnya masa kritis itu dapat dilewati. Kondisinya saat ini sudah mulai sadar.

"Ia sebelumnya sempat kritis. Tapi saat ini sudah masuk ke ruang perawatan karena kondisi sudah mulai baik," kata Kompol Arbaridi Jumhur Kapolsek Bukit Bestari saat dikonfirmasi TRIBUNBATAM.id, Minggu (16/9/2018).

Jumhur menyebutkan kondisi itu lantaran terduga pelaku yang enggan makan maupun minum sejak dibawa ke Polsek beberapa hari lalu, Ngatimin enggan makan dan minum. Hal tersebut memperburuk kondisi fisiknya hingga akhirnya Polisi membawa ke RSUD Tanjungpinang.

"Kondisinya sempat mengkhawatirkan akibat tidak mau makan makanya kita langsung bawa ke Rumah Sakit. Sampai sekarang juga masih tidak mau makan. Sehingga masih dilakukan alat bantu infus agar tetap masih ada serapan konsumsi," katanya.

Baca: Ratna Sarumpaet Sebut Akan Diskusi Persoalkan Pancasila di UUD

Baca: Setelah Ditolak di Bangka Belitung, Kini Ratna Diusir di Batam: Inilah Faktanya

Baca: Diusir Massa, Ratna Sarumpaet Pulang Dengan Pesawat Garuda

Bahkan untuk berkomunikasi dengan keluarga, Ngatimin juga memilih diam. Kondisi mentalnya pun juga terlihat mengalami gangguan.

Sebelum dibawa ke RSUP Kepri, terduga dibawa ke RSUD Tanjungpinang. Karena kondisinya yang terus memburuk dari RSUD kota Tanjungpinang tidak sanggup dan merujuk ke RSUP Kepri.

"Di RSUP sempat dirawat di ruang ICU," ungkapnya.

Sebelumnya Polsek Bukit Bestari mengamankan seorang pria bernama Ngatimin. Seseorang yang dituduh menculik seorang anak SD berusia 9 tahun di jalan Sulaiman Mahmud kecamatan Bukit Bestari pada Rabu (12/9/2018) pukul 16. 30.

Nenek korban yang juga saksi dalam kejadian itu menceritakan kronologis kejadian tersebut. Awalnya korban pulang sekolah pukul 16.10 WIB keluar dari dalam sekolah.

"Saat itu saya jualan di dekat sekolah tiba-tiba dengar suara jeritan anak ternyata cucu saya. Saya langsung lari mengejarnya. Setelah itu saya lihat ada pelakunya. Saya kan takut ada cerita-cerita penculikan anak," katanya.

Saat itu menurut penuturan cucunya dia hendak di pegang oleh seseorang yang tidak dikenal menggunakan motor. Karena takut cucunya aku langsung berlari kencang sembari berteriak.

"Saya datangi pelakunya itu, tapi kok ngumpet di bawa motor. Tak lama warga berdatangan. Disitulah langsung di bawa ke kantor polisi kantor polisi seperti itu," tutur Nurhayati nenek korban.

Menurutnya korban belum sempat dipegang oleh terduga pelaku dan berhasil meloloskan diri. Saat pelaku berusaha didekati justru menunjukkan perilaku yang aneh dengan cara bersembunyi di bawah motornya.

"Belum sempat pegang cucu saya lari. Dia sendirian pake motor," katanya.(wfa)

Penulis: Wahib Wafa
Editor: Zabur Anjasfianto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved