PEMILU 2019

Pastikan Tidak Ada Bacaleg Mantan Koruptor, KPU Batam Malah Coret Nama Calon dari Partai Berkarya

Sejuah ini tidak ada bacaleg mantan koruptor, namun mantan narapidana yang ada dan dicoret namanya karena tidak mengikuti prosedur

Pastikan Tidak Ada Bacaleg Mantan Koruptor, KPU Batam Malah Coret Nama Calon dari Partai Berkarya
TRIBUNBATAM/ALFANDI SIMAMORA
Ketua KPU Batam Syahrul Huda 

TRIBUNBATAM.id, BATAM-Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Batam memastikan tidak ada bakal calol lgeslatif (bacaleg) mantan narapidana koruptor yang mendaftar.

Terkait atas putusan Makamah Agung (MA), bahwa mantan koruptor boleh mencalonkan diri sebagai caleg, sudah diketahui KPU Batam.

"Sejuah ini tidak ada bacaleg mantan koruptor, namun mantan narapidana yang ada dan dicoret namanya karena tidak mengikuti prosedur dengan tidak melengapi beberapa syarat administrasi," kata Ketua KPU Batam Syahrul Huda, Senin (17/9/2018).

Dicoretnya nama Jamaris salah satu bacaleg dari Partai Berkarya ini, karena yang bersangkutan tidak menyatakan dirinya sebagai mantan narapidana pelanggaran administrasi kependudukan.

"Hal ini setelah kita menerima enam masukan dan tanggapan dari masyarakat, terkait semua bacaleg yang mendafarkan ke KPU NBatam," ujarnya.

Baca: Dua Parpol Pilih Tidak Hadir saat Sinkronisasi Rancangan Daftar Calon Tetap Bacaleg di Karimun

Baca: Bantuan Korban Lombok Dari Warga Karimun Akan Dikirim Lewat Rekening. Jumlahnya Cukup Lumayan

Baca: Ditolak di Batam, Ratna Sarumpaet: Sudah Sejak Tahun 1997 Saya Jadi Bulan-bulanan Rezim

Menurutnya, syarat yang tidak dilengkapi bacaleg tersebut, antara lain surat keputusan dari Pengadilan Negeri yang berkekuatan hukum tetap. Selain itu yang bersangkutan tidak membuat pernyataan di media massa, yakni media cetak yang isinya bahwa dirinya merupakan mantan narapidana dalam perkara pelanggaran administrasi kependudukan.

"Yang bersangkutan tidak melampirkan surat pernyataan dari pemipin redaksi media cetak yang menyatakan bahwa Bacaleg yang bersangkutan telah mengumumkan ke masyarakat atau kepada publik," katanya.

"Sejumlah syarat ini, seharusnya dipenuhi mantan napi, tapi saat pendaftaran sampai batas akhir 31 Juli 2018, syarat itu tidak diberikan yang bersangkutan. Akhirnya di coret dan parpol diminta menggantinya," ujarnya.

Sementara untuk satu orang Bacaleg perempuan yang terjerat kasus penipuan lahan dan saat ini masih berurusan dengan pihak kepolisian, sudah mengundurkan dirii.

"Bacaleg ini juga sudah melengkapi pengajuan pengunduran diri dari parpolnya. Sehingga Bacaleg tersebut masih bisa diganti oleh parpolnya," katanya.(als)

Penulis: Alfandi Simamora
Editor: Zabur Anjasfianto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help