BATAM TERKINI

Siswa SD Melati Tak Punya Gedung Sekolah Lagi, Ini Rencana Pemko Batam

Pemko Batam angkat suara soal nasib siswa siswi SD Melati yang kehilangan bangunan sekolahnya akibat digusur.

Siswa SD Melati Tak Punya Gedung Sekolah Lagi, Ini Rencana Pemko Batam
TRIBUNBATAM.id/ARGIANTO DA NUGROHO
Siswa SD Melati saat belajar di gedung DPRD Batam 

TRIBUNBATAM.id, BATAM - Pemerintah Kota Batam angkat suara soal nasib siswa siswi SD Melati yang kehilangan bangunan sekolahnya akibat digusur.

Walikota Batam Amsakar Achmad mengatakan, pendidikan hingga SMP itu merupakan suatu kewajiban.

Namun, Amsakar meminta masyarakat memberikan waktu mendalami permasalahan SD Melati yang digusur tersebut.

"Kasih saya kesempatan untuk mendalami info ke Diknas. Seperti apa permasalahan SD Melati tersebut. Karena saya tidak ingin informasi bisa beredar di ruang publik. Besok atau lusa kita beri info ke rekan-rekan media," ujarnya di kantor DPRD Batam, Senin (17/9/2018).

Amsakar kembali menegaskan, bahwa pendidikan hingga jenjang Sekolah Menengah Pertama (SMP) merupakan tugas dan tanggung jawab yang harus dilaksanakan oleh pemerintah kota Batam.

Baca: Protes Sekolahnya Digusur Rata Tanah, Sejumlah Siswa SD Belajar di Gedung DPRD Batam

Baca: Ada Siswa SD Belajar Sambil Lesehan di Gedung DPRD Batam, Ini Reaksi Anggota Dewan

Baca: Dua Jam Sebelum Gantung Diri, Seniman Ini Tulis Status di Facebook. Isinya Bikin Trenyuh

"Nggak ada cerita, karena pendidikan sampai SMP itu urusan wajib kami. Tapi saya akan dalami dengan Disdik supaya tidak ada miss informasi. Seperti apa case, dan seperti apa solusi yang ditawarkan. Barangkali pihak pengembang mempersiapkan lahan pengganti itu yang kita harapkan," ungkapnya.

Amsakar mengatakan, untuk sementara waktu akan mendistribusikan siswa - siswi SD Melati tersebut ke sekolah yang berada di Batam.

"Sementara waktu anak kan tidak dapat ber aktifitas, nanti kita akan distribusikan ke sekolah-sekolah yang ada di Batam, supaya mereka tetap bisa belajar. Kepsek tidak bisa tidak bersedia, kalau tempat sekolah nya memang bukan tempat resmi. Bagaimana pula kita hidup di republik ini maunya kita, maunya aturanlah kalau aturan tidak dimungkinkan janganlah kita memaksakan diri," ujarnya.

Amsakar kembali menegaskan, bagaimanapun akan menyelamatkan pendidikan anak-anak SD Melati tersebut.

"Soal anak yang sekolah tidak ada cerita, harus kita selamatkan. Kalau memang penyelesaiannya itu permanen harus dipindahkan tidak ada tempat yang lain, anak-anaknya pasti kami akan selamatkan. Kalau ada ruang untuk mendapatkan lahan itu ya berjuang untuk mendapatkan. Kalau nggak ada ruang kita minta pengembang itu bertanggung jawab juga untuk mencari opsi penyelesaian masalah. Tapi nanti juga tanya RDP di dewan, apa opsi opsi yang di tawarkan oleh kawan kawan di dewan," jelas. (*)

Penulis: Dewangga Rudi Serpara
Editor: Tri Indaryani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help