BATAM TERKINI

Tidak Punya Anggaran, Revitalisasi Pasar Induk Tetap Dilanjutkan. Ini Penjelasan Amsakar

"Jadi tak mungkin lagi dikerjakan tahun ini. Insyaallah di 2019 yang akan datang kita akan bahas dengan pak gubernur," ujar Amsakar

Tidak Punya Anggaran, Revitalisasi Pasar Induk Tetap Dilanjutkan. Ini Penjelasan Amsakar
tribunnews batam/dokumentasi
Pasar Induk Jodoh 

TRIBUNBATAM.id, BATAM-Biaya untuk revitalisasi Pasar Induk tidak dimungkinkan untuk dianggarkan dalam APBD-P. Hal ini dikarenakan Kota Batam yang sedang mengalami defisit.

"Butuh satu proses tender dan rentan waktu yang tersedia tidak dimungkinkan lagi untuk di APBD P. Pekerjaan revitalisasinya itu pekerjaan yang besar dan membutuhkan anggaran yang banyak. Estimasi saya paling sedikit Rp 2 miliar," ujar Wakil Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, Senin (17/9/2018).

Amsakar menyebutkan melalui alokasi melalui APBN, juga belum memungkinkan karena membutuhkan waktu dan proses yang panjang.

Setelah Pemko Batam bertemu dengan Kementerian Perdagangan, ternyata dari hasil tersebut, pengerjaan revitalisasi Pasar Induk dialihkan kepada Kementerian PUPR.

"Setelah bertemu dengan menteri perdagangan, pak Enggar 10 hari yang lalu, sekarang untuk pembangunan infrastruktur, belanja kegiatan besar lainnya di take over di Kementerian PU. Sebab itu terkait dengan pembangunan gedung, drainase, jembatan, sudah di take over ke provinsi. Provinsi lah yang akan membantu meneruskan ke kementerian PU," katanya.

Diakuinya setelah mendapatkan hasil keputusan tersebut, pihaknya merasa tak memungkinkan lagi direvitalisasi 2018 ini. Sehingga bakal diundur 2019 mendatang.

"Jadi tak mungkin lagi dikerjakan tahun ini. Insyaallah di 2019 yang akan datang kita akan bahas dengan pak gubernur," ujar Amsakar.

Baca: Jika Tak Urus e-KTP hingga Akhir Tahun, Kemendagri Ancam Blokir 6 Juta Data Penduduk

Baca: Pemerintah Bakal Bangun Bisnis Transportasi Berbasis Online Mirip Go-Jek dan Grab. Ini Alasannya!

Baca: Video Seorang Pria Tidur dengan Kepala Terjepit Knalpot Viral, Ini Cerita Dibaliknya

Tak hanya cara itu, Pemko Batam juga sudah menyampaikan informasi ini kepada Anggota DPR RI, Nyat Kadir. Agar diberikan support membantu revitalisasi Pasar Induk.

Sementara itu, untuk penertiban kios-kios yang menempati area buffer zone disekitar Pasar Induk tetap dilakukan penertiban. Hal ini untuk mendukung program Pemko menjadikan Batam kota pariwisata dan bersih.

"Lokasi itu dekat dengan pelabuhan internasional yaitu Harbourbay. Lalu lintas orang keluar masuk ke luar negeri. Lalu dekat dengan perhotelan. Yang datang kesini banyak. Tak enak dilihat pendatang area yang sudah relatif kumuh tersebut," katanya. (rus)

Penulis: Roma Uly Sianturi
Editor: Zabur Anjasfianto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help