Singgung Pelemahan Rupiah, SBY Blak-blakan Bandingkan dengan Pemerintahannya Dulu

Susilo Bambang Yudhoyono menilai ekonomi Indonesia saat ini tengah mengalami tantangan dari luar.

Singgung Pelemahan Rupiah, SBY Blak-blakan Bandingkan dengan Pemerintahannya Dulu
KOMPAS.COM
SBY 

TRIBUNBATAM.id - Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono menilai ekonomi Indonesia saat ini tengah mengalami tantangan dari luar.

Beberapa tantangan itu adalah terjadinya pelemahan rupiah yang tajam, serta kenaikan harga minyak dunia.

Baca: Soal Pencopotan Prasasti Bandara Lombok, TGB : Pak SBY Diberi Kabar Hoax

Baca: Prabowo-Sandiaga Bakal Temui SBY, Benarkah Bahas Soal Kader Demokrat Merapat ke Jokowi?

Baca: SBY Ultimatum Roy Suryo: Selesaikan Kasus Barang Negara Dalam 7 Hari

"Sebagian pihak mengatakan bahwa faktor eksternal inilah yang menjadi biang keladi melemahnya ekonomi kita. Namun, sebenarnya, faktor eksternal yang berdampak pada ekonomi kita bukanlah hal yang baru bagi Indonesia," kata SBY saat menyampaikan pidato politik memperingati 17 Tahun Partai Demokrat di Djakarta Theater, Jakarta, Senin (17/9/2018).

SBY mengatakan, selama 10 tahun memimpin Indonesia, ia juga kerap menghadapi tekanan ekonomi yang disebabkan oleh faktor-faktor eksternal.

Tahun 2005, tahun 2008 dan tahun 2013, Indonesia menghadapi meroketnya harga minyak dunia.

Tahun 2008 – 2009, Indonesia juga menghadapi krisis perekonomian global.

"Saya masih ingat, untuk menyelamatkan fiskal kita dari meroketnya harga minyak, harga BBM harus beberapa kali dinaikkan," kata Presiden keenam RI ini.

Menurut SBY, menaikkan harga BBM adalah keputusan yang sulit dan tidak populer secara sosial dan politik.

Bagi seorang presiden, ini juga mendatangkan risiko tersendiri, seperti yang ia alami ketika harus menaikkan harga BBM pada tahun 2008, beberapa bulan sebelum Pemilihan Presiden dilaksanakan.

"Alhamdulillah, setelah kebijakan menaikkan harga BBM diambil, ekonomi kita selamat. Jadi, sebesar apapun faktor eksternal, selalu ada solusinya," kata dia.

Halaman
12
Editor: Danang Setiawan
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved