Minuman Keras Maut di Malaysia. 21 Tewas, 19 Kritis

Laporan terakhir, dua lagi korban meninggal dunia di sebuah rumah sakit swasta sehingga jumlah korban miras beracun menjadi 21 orang

Minuman Keras Maut di Malaysia. 21 Tewas, 19 Kritis
TRIBUNBOGOR
Minuman keras. Foto ilustrasi 

TRIBUNBATAM.id, KUALA LUMPUR - Sebanyak 19 orang sekitar Lembah Klang, Kuala Lumpur, Malaysia tewas setelah meminum minuman keras dan 14 orang lainnya kritis di rumah sakit.

Laporan terakhir, dua lagi korban meninggal dunia di sebuah rumah sakit swasta sehingga jumlah korban hingga saat ini menjadi 21 orang.

Kepala Departemen Kesehatan Malaysia (KKM), Datuk Dr Noor Hisham Abdullah mengatakan, hingga Rabu (19/9/2018) sore, sekitar pukul 17.00 waktu setempat, pihaknya sudah menerima 51 laporan kasus keracunan miras di sejumlah daerah.

Sebanyak 45 kasus dilaporkan di Selangor, dan enam kasus lainnya dilaporkan di ibukota negara.

Tiga kasus melibatkan WN Malaysia, selebihnya 51 lagi melibatkan warga Myanmar, Nepal, Bangladesh dan India.

Kasus miras beracun ini diduga karena kandungan metanol dalam miras bermerek Grand Royal Whiskey tersebut melebihi ambang batas.

KKM memperkirakan akan banyak lagi laporan korban keracunan miras selagi miras tersebut masih beredar di pasaran dan dikhawatirkan juga terjadi di wilayah lain.

Sebab, laporan terbaru, Rabu malam ini menyebutkan bahwa ada dua lagi korban dilaporkan meninggal oleh rumah sakit swasta.

Noor Hisham mengatakan, seluruh korban menunjukkan tanda-tanda dan gejala keracunan metanol, seperti sakit perut, muntah, sakit kepala, penglihatan kabur, lemah dan ada yang mengalami sesak nafas, kejang-kejang dan tidak sadarkan diri.

Gejala yang dialami para korban terjadi dalam waktu satu atau dua hari setelah meminum-minuman keras tersebut.

Halaman
12
Penulis: Alfian Zainal
Editor: Alfian Zainal
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help