TANJUNGPINANG TERKINI

Puluhan Pelajar Tanjungpinang Jadi Konsumen Cerdas

"Ini merupakan akibat pasar bebas Asia dan ASEAN yang telah dimulai pada beberapa tahun yang lalu," kata Nurizal.

Puluhan Pelajar Tanjungpinang Jadi Konsumen Cerdas
TRIBUNBATAM/THOM LIMAHEKIN
Kementerian Perindustrian dan Perdagangan menggelar sosialisasi pembentukan kelompok konsumen cerdas tingkat SLTA di KeprI 

TRIBUNBATAM.id, TANJUNGPINANG-Perlindungan terhadap konsumen masih tergolong rendah di Indonesia belakangan ini.

Oleh karena itu, Kementerian Perindustrian dan Perdagangan menggelar sosialisasi pembentukan kelompok konsumen cerdas tingkat SLTA di Kepri.

Sosialisasi yang bertempat di ruangan Gardenia Hotel Aston Tanjungpinang, Selasa (18/9/2018) dihadiri oleh perwakilan siswa-siswi SMAN 3 dan SMAN 4 Tanjungpinang.

Sekertaris Dinas Perindustrian dan Perdagangan Pemprov Kepri Nurizal mengatakan produk barang jadi dari negara tetangga yang telah membanjiri pasar negara dalam negeri.

"Ini merupakan akibat pasar bebas Asia dan ASEAN yang telah dimulai pada beberapa tahun yang lalu," kata Nurizal.

Dia menilai, kondisi ini pada satu sisi menguntungkan konsumen di mana mereka dapat memiliki produk yang sesuai dengan keinginannya. Tetapi di sisi lain mutu produk dan keamanan konsumen belum tentu terjamin.

"Apakah murahnya produk tersebut dapat menjamin mutu produk tersebut dan menjaga keamanan keselamatan konsumen," ujar Nurizal.

Baca: Puasa Asyura, Niat dan Keutamaannya, Bisa Menghapus Dosa Kecil 1 Tahun

Baca: Wali Kota Sebut ATB Tak Terkalahkan dan Puji Kinerjanya

Baca: Dinas Pendidikan Batam Kumpulkan Bantuan Sebesar Rp 335,751,500. untuk Korban Gempa di Lombok

Menurut Nurizal, letak geografis provinsi Kepri yang berbatasan langsung dengan negara tetangga tentu akan berdampak langsung pada pasar bebas tersebut. Dari segi harga dan kemampuan membeli masyarakat, hal ini sangat menguntungkan produsen. Tetapi garansi serta jaminan kesehatan bagi konsumen belum bisa dipastikan.

Demi mengantisipasi hal tersebut negara telah membuat peraturan perundang-undangan serta regulasi untuk mengantisipasi membanjirnya produk pasar bebas di wilayah NKRI. Dalam UU Perlindungan Konsumen Nomor 8 Tahun 1999 Tentang Perlindungan Konsumen Republik Indonesia, pemerintah bertanggung jawab atas pembinaan, penyelenggaraan dan perlindungan konsumen.

Perlindungan konsumen pada umumnya belum sampai sebagaimana diharapkan. Karena, kurang adanya kepedulian masyarakat terhadap hak dan kewajiban dalam menaati ketentuan yang berlaku.

"Maka di sinilah peran pelajar menjadi konsumen cerdas dan tanggung jawabnya dalam kehidupan sosial," ucap Nurizal.

Ketua panitia penyelenggara, M Ikhwan yang juga merupakan ketua Badan Penyelesaian Sengketa Konsumen (BPSK) Tanjungpinang menyampaikan, acara ini bertujuan untuk memotivasi khususnya pelajar SMA agar lebih cerdas dalam belanja dan memilih barang.

”Teliti sebelum membeli. Kita jangan membeli sesuai dengan keinginan tetapi harus sesuai dengan kebutuhan. Ke dua, belilah barang yang bermutu jangan membeli barang asal murah meriah tetapi perhatikan juga mutu barang tersebut," ungka Ikhwan seraya berharap para pelajar itu dapat meneruskan pesan itu kepada pelajar lainnya. (tom)

Penulis: Thom Limahekin
Editor: Zabur Anjasfianto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help