BATAM TERKINI

Aliran Air Tak Beraturan, Warga Minta Semua Air Dialirkan ke Laut. Ini Jawab Pengembang

Saatini, kawasan tersebut sedang dibangun drainase yang cukup besar mengarah ke Sungai.

Aliran Air Tak Beraturan, Warga Minta Semua Air Dialirkan ke Laut. Ini Jawab Pengembang
TRIBUNBATAM.id/EKO SETIAWAN

TRIBUNBATAM.id, BATAM - Warga Perumahan Graha Permata Indah bersama pihak pengembang yakni PT Surya Aji Pratama dan PT Sumber Mitra Propertindo melakukan mediasi permasalahan drainase di Kantor Kelurahan Tiban Indah, Kamis (20/9/2018) siang.

Pertemuan ini dIlakukan karena aliran air di sana sudah tidak beraturan dan mengakibatkan banjir di sebagian perumahan warga.

Dalam pertemuan tersebut, Dori, Perwakilan dari PT Surya Aji mengatakan, permasalahan ini dikarenakan tidak adanya aliran air di depan Perumahan GPI Buogenvile.

Makanya debit air cukup banyak dan mengalir ke kawasan GPI Anggrek dan Perum Queen Southlink.

Baca: Banyak Miliki Tempat Bersejarah, Pemko Batam Diminta Serius Kelola Pulau Bulang

Baca: Di Indonesia Baru Ada di 11 Kota, BP Batam Bangun Pengelolaan Limbah di Batam Centre

Baca: Mati KIR hingga Surat Tak Lengkap, Puluhan Mobil Terjaring Razia Gabungan

"Kami sudah membangun parit besar di samping perumahan Queen Shotlink dan mengarah ke sungai belakang. Namun jika air tidak juga diarahkan ke bagian lain tidak akan tertampung," sebut Dori dalam pertemuan tersebut.

Sejauh ini, kawasan tersebut sedang dibangun drainase yang cukup besar mengarah ke Sungai. Drainase itu untuk menahan debit air yang datang dari arah bukit dan dari SMP N 25 tiban.

Sementara Wijaya pengembang dari PT Sumber Mitra Propertindo mengatakan, jika di depan Perum GPI Bugenvile digali, air akan mengalir ke arah GPI Angrek dan Queen Shotlink.

Dipastikan derasnya air yang mengalir ke sana tidak akan tertampung dan membuat masalah baru.

Kendati demikikan, Wijaya menerima masukan dari masyarakat dan pihak kecamatan Sekupang untuk menurunkan alat untuk menggali drainase.

"Bukannya tidak ada drainase, cuma tertutup dan sudah ditumbuhi rumput. Saya bisa saja menggali, tinggal turunkan alat saya. Cuma itu tadi, di sana ada kabel listrik. Saya nggak mau mengambil resiko untuk menggali. Karena kabel itu sangat berdekatan dengan parit," sebut Wijaya.

Halaman
12
Penulis: Eko Setiawan
Editor: Tri Indaryani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help