Tanjungpinang Terkini

Kepala Basarnas Sarankan Nelayan Bikin Ide Ekonomi Kreatif

Hujan deras dan angin kencang Akhir-akhir ini kerap terjadi di wilayah Kepri dan sekitarnya.

Kepala Basarnas Sarankan Nelayan Bikin Ide Ekonomi Kreatif
TRIBUNBATAM.id/Wafa
Kepala Basarnas kelas A Tanjungpinang, Budi Cahyadi 

TRIBUNBATAM.id, TANJUNGPINANG - Hujan deras dan angin kencang Akhir-akhir ini kerap terjadi di wilayah Kepri dan sekitarnya.

Cuaca seperti ini berpotensi kecelakaan apabila tidak diwaspadai dengan betul. Khususnya bagi nelayan tradisional yang menggantungkan penghasilan di sektor perikanan.

Baca: Jika Cuaca Buruk, Nelayan Jangan Melaut. Ini Ide Ekonomi Kreatif dari Kepala Basarnas Tanjungpinang

Baca: Cuaca Buruk Jadi Alasan Nakhoda Kandaskan KM Lestari Maju di Perairan Selayar

Baca: Hati-hati Saat Bepergian. BMKG Peringatkan Cuaca Buruk Akan Terjang Indonesia. Begini Penjelasannya

Selain menghimbau bagi para pelaku pelayaran, pihaknya memberikan sedikit ide yang cukup menarik bagi para nelayan jika kondisinya siklus cuaca sedang tidak aman.

"Saran kami, para nelayan diberikan pembekalan pengetahuan keterampilan wiraswasta, berternak, membatik, membuat makanan ringan siap ekspor atau lainnya," kata Budi Cahyadi Dikonfirmasi TRIBUNBATAM.id pada Kamis (20/9/2018).

Menurutnya, nelayan harus lebih kreatif dalam memaksimalkan potensi yang ada. Tidak hanya mencari ikan, namun ada kegiatan ekonomi yang menghasilkan penghasilan.

Menurut Budi, nelayan bisa mengalihkan perhatian sementara untuk melirik ke sektor ekonomi lainnya.

"Selain itu juga kami melihat bahwa di Kepulauan Riau masih banyak buah buahan yang siap dikelola menjadi lebih inovatif lagi. Seandainya ada penyuluh dari universitas terbaik dari negeri ini maka misalnya biji durian bisa dijadikan suatu makanan baru, kulit rambutan menjadi bahan dasar obat dan lainnya. Itu sudah banyak dilakukan di luar," ujarnya.

Menurutnya, harga buah di Kepri masih relatif terjangkau sedangkan sistem penjualannya masih bersifat apa adanya. Andai kata menjadi sesuatu barang yang lebih inovatif maka akan menjadikan nilai lebih bagi ekonomi masyarakat.

"Pertama maka jika ada arahan dari instansi yang berwenang untuk tidak berlayar maka jangan dipaksakan berlayar. Kedua, pastikan setiap kapal yang berlayar menyiapkan life jacket yang baik dan layak digunakan," ujarnya. (*)

Penulis: Wahib Wafa
Editor: Ucu Rahman
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help