BPJS Kesehatan

Pasien Hemodialisa : Terimakasih Peserta JKN-KIS

BPJS Kesehatan dalam menyelenggarakan program JKN-KIS memang dimaksudkan agar peserta yang sehat dapat membantu yang sakit.

Pasien Hemodialisa : Terimakasih Peserta JKN-KIS
ist
Petugas BPJS kesehatan dan Koang Hoa beserta istri berfoto bersama. Koang Hoa adalah salah satu peserta JKN-KIS yang menderita penyakit gagal ginjal sejak tahun 2016. 

TRIBUNBATAM.id - Hemodialisa adalah metode pencucian darah dengan membuang cairan berlebih dan zat-zat yang berbahaya bagi tubuh melalui alat dialysis untuk menggantikan fungsi ginjal yang rusak.

Hemodialisa ini dilakukan apabila ginjal tidak dapat berfungsi sebagaimana mestinya atau disebut gagal ginjal.
Koang Hoa adalah salah satu peserta JKN-KIS yang menderita penyakit gagal ginjal sejak tahun 2016.

Beliau dirawat di ICU (Insentive Care Unit) selama 6 hari dan di diagnosa mengalami gagal ginjal. Dengan diagnosa tersebut Koang Hoa kemudian menjalani hemodialisa selama 3 kali dalam seminggu di RS Awal Bros.

Istrinya, Gwee Lie mengatakan bahwa program JKN-KIS sangat membantu. Ia mengatakan bahwa mereka sangat merasakan manfaatnya.

“Kami yang perekonomian masyarakat menengah ke bawah sangat merasakan manfaatnya, jika dihitung sudah berapa biaya yang habis” ungkapnya.

Di kesempatan tersebut, Gween Lie mengucapkan rasa terima kasih sebanyak-banyaknya kepada masyarakat Indonesia yang telah mendaftarkan diri menjadi peserta JKN-KIS.

Berkat iuran yang telah dibayarkan, peserta JKN-KIS lainnya yang sakit termasuk suaminya dapat merasakan manfaatnya.

“Kami sekeluarga mengucapkan terima kasih kepada peserta JKN-KIS yang sudah membayar iuran, karena iuran itu sangat membantu kami”.

Zoni Anwar Tanjung selaku kepala BPJS Kesehatan Cabang Batam mengatakan bahwa prinsip gotong royong yang diterapkan oleh BPJS Kesehatan dalam menyelenggarakan program JKN-KIS memang dimaksudkan agar peserta yang sehat dapat membantu yang sakit.

Dalam seminggu, 1 orang pasien hemodialisa mengeluarkan biaya sekitar Rp 2.700.000 dan jika dihitung dalam sebulan maka jumlahnya adalah Rp 10.800.000.

Untuk biaya tersebut dibutuhkan 423 orang peserta JKN-KIS dengan iuran Rp 25.500. Jika iuran tersebut hanya dibayarkan oleh 1 (satu) orang peserta JKN-KIS maka peserta tersebut harus menunggu selama 35 tahun untuk pelayanan hemodialisa selama 1 (satu) bulan.

Sedangkan peserta dengan diagnosa gagal ginjal memerlukan hemodialisa selama berbulan-bulan. Jadi silahkan menghitung.

“Pada intinya program JKN-KIS bersifat gotong royong. Si sehat membantu yang sakit. Walaupun tidak pernah menggunakan, tapi percayalah di luar sana banyak sekali peserta JKN-KIS yang merasakan manfaatnya”. ungkap Zoni.

Editor: Rio Batubara
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help