Tradisi Asyura pada Hari ke-10 Muharram di Polewali Mandar, Hari Belanja Tanpa Tawar Menawar

Masyarakat Polewali Mandar, Sulawesi Barat, punya tradisi berbelanja perkakas dan peralatan dapur di hari Asyura atau hari ke-10 bulan Muharra

Tradisi Asyura pada Hari ke-10 Muharram di Polewali Mandar, Hari Belanja Tanpa Tawar Menawar
KOMPAS.com/JUNAEDI
Tradisi Asyura, hari belanja tanpa tawar menawar di Polewali Mandar, Sulawesi Barat, setiap 10 Muharram, Kamis (20/9/2018) 

TRIBUNBATAM.id, POLEWALI MANDAR – Masyarakat Polewali Mandar, Sulawesi Barat, punya tradisi berbelanja perkakas dan peralatan dapur di hari Asyura atau hari ke-10 bulan Muharram, tanpa tawar menawar.

Beragam perkakas pertanian seperti kapak, cangkul, parang, sabit atau peralatan dapur seperti panci, wajan baskom atau sendok dibeli warga sesuai penawaran pedagang tanpa ada tawar-menawar harga.

Masyarakat percaya membeli perkakas atau perlatan dapur tanpa tawar-menawar akan memuluskan jalan rezeki mereka selama setahun ke depan.

Baca: Bacaan (Lafaz) Niat Puasa Asyura pada 10 Muharam 1440 H, Kamis, 20 September Besok

Baca: Kepala Dinkes Kepri: Target Vaksinasi Campak dan Rubella 95 Persen, Namun di Kepri Baru 50 persen

Baca: Pasien Hemodialisa : Terimakasih Peserta JKN-KIS

Karenanya, mereka memborong peralatan dapur atau perkakas apa saja di hari Asyura yang pada tahun ini bertepatan dengan tanggal 20 September.

Tak heran jika sejumlah pasar tradisonal di Polewali Mandar seperti Pasar Sentral Wonomulyo Ini dibanjiri warga berbelanja perkakas atau peralatan dapur sejak pagi.

Umumnya warga membeli perkakas atau peralatan dapur yang bisa tahan lama seperti panci, pisau, ember sesuai kemampuan ekonomi mereka.

Warga yang punya kemampuan ekonomi yang cukup akan membeli beragam perkakas dan peralatan dapur, sementara yang mereka yang punya ekonomi lemah cukup berbelanja timba plastik, sipi atau penjepit ikan yang terbuat dari belahan bambu.

Yunus, salah satu warga Tapango, Polewali Mandar, mengaku membeli perkakas pertanian seperti cangkul dan parang karena ia percaya hari Asyura atau 10 Muharram bisa melancarkan rezeki mereka.

Sandi, warga lainnya, juga memborong sejumlah peralatan pertanian. Sandi percaya tradisi berbelanja perkakas di hari Asyura akan melapangkan jalan hidup dan rezeki keluarga.

“Katanya kalau ditawar jalan rezeki juga bisa srak atau tidak lancar. Tapi kalau membeli dengan hari senang Insya Allah jalan rezekinya dimuluskan selama setahun ke depan,” tutur Sandi.

Sebagai informasi, hari tanpa tawar menawar ini akan berlangsung dalam tiga hari atau hingga Sabtu (22/9/2018).

Namun pedagang juga tak bisa seenaknya menaikan tarif harga barang lebih tinggi dari biasanya.

Saat perayaan seperti ini, pedagang bisa mengeruk untung.

Dalam tradisi ini, warga yang tidak setuju dengan harga barang yang ditawarkan pedagang bisa langsung pindah ke pedagang lain. (*)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Tradisi Asyura, Hari Belanja Tanpa Tawar Menawar" 

Editor: nandarson
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help