KARIMUN TERKINI

Akun Sosmed untuk Kampanye Harus Didaftarkan ke KPU. Ini Sanksi Kalau Melanggar

setiap partai politik dan caleg peserta diperbolehkan kampanye melalui sosial media

Akun Sosmed untuk Kampanye Harus Didaftarkan ke KPU. Ini Sanksi Kalau Melanggar
Ketua Bawaslu Karimun, Nur Hidayat 

TRIBUNBATAM.id, KARIMUN - Masa kampanye Pemilu Legislatif dan Pilpres 2019 akan dimulai Minggu (23/9/2018) besok hingga 13 April 2019 mendatang.

Parpol dan para calon legislatif boleh melakukan pelbagai bentuk kampanye mulai dari rapat terbatas, tatap muka, dialogis dan rapat umum terbuka.

Selain dari bentuk kampanye di atas,  ternyata kampanye melalui akun sosial media (sosmed) juga diatur penggunaannya.

Baca: KPU Ultimatum Parpol Tak Laporkan Dana Awal Kampanye Akan Dikenakan Sanksi

Baca: Hari Ini Deklarasi Kampanye Pemilu Damai, Begini Pesan Wawako Batam

Baca: Dituding Kampanye Terselubung Lewat Iklan di Bioskop, Ini Jawaban Kemenkominfo

Menurut Ketua Bawaslu Karimun, Nur Hidayat, akun sosmed baik itu Facebook, Instagram, Twitter dan sejenisnya, harus dilaporkan terlebih dahulu ke KPU dan Bawaslu.

"Pelaporannya dilakukan secara kolektif oleh parpol masing-masing. Jika tidak, yang bersangkutan bisa dikenakan sanksi administrasi," ujar Nur Hidayat, Sabtu (22/9/2018).

Setiap parpol diberikan maksimal 10 akun Facebook, 10 Instagram dan 10 Twitter dan sejenisnya.

"Sekarang tergantung parpol masing-masing, akun siapa yang akan didaftarkan ke KPU," kata Nur Hidayat.

Pantauan TribunBatam.id, masa kampanye belum dimulai namun kampanye di sosmed khususnya di Facebook sudah berseliweran dilakukan caleg dan parpol.

Mereka mengkampanyekan caleg per dapil dan caleg secara pribadi.

"Itu belum dibenarkan, kampanye baru dimulai besok (Minggu, 22/9/2018, red). Itu pun dengan catatan, akun tersebut sudah didaftarkan ke KPU," kata Nur Hidayat. (*)

Penulis: Rachta Yahya
Editor: Rachta Yahya
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help